Air danau Siombak meluap, sampah menumpuk

Dampak Banjir di Medan: Danau Siombak Meluap dan Terkepung Sampah Kiriman
Danau Siombak, yang berlokasi di Jalan Pasar Nippon, Ujung Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, mengalami kondisi kritis pasca-banjir yang melanda Kota Medan beberapa hari lalu. Selain ketinggian air danau yang meluap, kawasan tersebut kini menghadapi masalah serius berupa penumpukan sampah yang masif.
Menurut pantauan pada Selasa (2/12/2025), area sekitar danau mulai mengeluarkan bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah yang mengambang di permukaannya.
Mekanisme Masuknya Sampah dari Laut
Sofyan, salah satu petugas di Wisata Danau Siombak, membenarkan bahwa volume sampah yang ada saat ini jauh melampaui kondisi normal.
“Sebelumnya memang ada sampah, tapi sedikit. Nggak sebanyak ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sumber utama sampah tersebut adalah arus air laut. Danau Siombak memiliki koneksi dengan laut melalui dua jalur utama:
- Pintu Utara (Pintu Satu)
- Pintu Selatan (Pintu Dua)
Melalui kedua pintu inilah, sampah-sampah yang terbawa oleh air laut saat terjadi banjir atau pasang air tinggi masuk dan menumpuk di area danau.
Upaya Penanganan dan Mitigasi Jangka Panjang
Petugas Wisata Danau Siombak saat ini berencana segera membersihkan sampah-sampah yang menumpuk tersebut. Proses pembersihan akan dilakukan secara manual menggunakan sampan, dengan kolaborasi bersama karyawan kafe di sekitar Danau Siombak.
Untuk mengatasi masalah ini secara permanen dan mencegah terulangnya penumpukan sampah dari laut, pihak pengelola berencana menerapkan solusi mitigasi sederhana namun efektif:
“Nanti ini mau dipasang jaring di dua pintu itu. Biar airnya aja yang masuk, sampahnya nggak ikut,” tutup Sofyan.
Pemasangan jaring ini diharapkan dapat berfungsi sebagai filter, menjaga kebersihan Danau Siombak di masa depan dan menjadikannya tetap nyaman bagi pengunjung.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




