Berita

Atasi Sampah Makanan: Kebiasaan Hemat Harian Lebih Efektif dari Sekadar Anjuran

Setiap hari, jutaan ton makanan terbuang sia-sia, meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan baru, supermarket melakukan kampanye, dan restoran memberikan anjuran hemat. Ironisnya, di sisi lain, jutaan orang masih kelaparan.

Untuk menjawab apakah pesan-pesan seperti “hemat” atau “manfaatkan lagi” efektif, peneliti dari University of Portsmouth melakukan studi dengan 95 peserta.

Bagaimana Studi Dilakukan?

  • Peserta dibagi dalam dua kelompok:
    ✅ Kelompok yang menerima anjuran hemat.
    ✅ Kelompok yang menerima anjuran materialistis (menekankan kelimpahan).
  • Setelah itu, mereka diminta memutuskan apakah akan menyimpan atau membuang makanan dengan berbagai tingkat kesegaran.

Hasil Penelitian

Kebiasaan jangka panjang lebih berpengaruh daripada pesan singkat.
✅ Orang dengan nilai hemat yang kuat konsisten mengurangi pemborosan, bahkan saat terpapar pesan konsumtif.
✅ Sebaliknya, orang yang kurang hemat lebih mudah terpengaruh oleh sinyal materialistis, sehingga justru lebih boros.

“Anjuran sesaat tidak cukup untuk mengubah perilaku pemborosan makanan. Kebiasaan hemat sehari-hari yang tertanam kuat adalah kunci perubahan,” ujar Steven Iorfa, penulis utama studi tersebut.

Apa Artinya?

🔍 Solusi jangka panjang untuk mengurangi sampah makanan bukan hanya kampanye singkat, tetapi:
✔ Edukasi pola pikir hemat sejak dini.
✔ Perubahan perilaku melalui rutinitas hemat.
✔ Strategi berbasis nilai, bukan hanya pesan instan.

📌 Baca selengkapnya di Kompas.com: Klik di sini

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO