Pemkot Denpasar Lakukan Penjajakan Pasar untuk Atasi Masalah Sampah

Pemerintah Kota Denpasar, Bali, sedang melakukan penjajakan pasar atau market sounding untuk mencari metode yang tepat dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa saat ini ada tiga metode yang sedang dikaji, yaitu Refuse Derived Fuel (RDF), insinerator, dan gasifikasi.
“Market sounding ini dilakukan untuk mengevaluasi berbagai macam program. Ada RDF, insinerator, dan gasifikasi. Nanti tim yang akan memutuskan mana yang terbaik,” kata Jaya Negara saat ditemui di Denpasar, Bali, Kamis (28/2/2025).
Gasifikasi sampah adalah proses mengubah sampah menjadi gas sintesis yang dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, bahan kimia, pupuk, dan pengganti gas alam. Metode ini dinilai potensial untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat.
Terkait rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 2026, Jaya Negara mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar masih mencari investor atau pihak ketiga yang dapat membantu menangani masalah sampah. “Kami sudah melakukan analisis terhadap penanganan sampah. Saat ini, kami sedang berproses dan berharap bisa menemukan investor yang benar-benar bisa bekerja dengan baik untuk mengatasi masalah sampah di Denpasar,” ujarnya.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan bahwa penutupan TPA Suwung tidak bisa dilakukan sebelum ada solusi penanganan sampah yang komprehensif untuk seluruh Bali. “Tidak bisa langsung ditutup. Harus ada solusi dulu. Kalau tidak, mau dibawa ke mana?” kata Koster.
Ia menambahkan bahwa solusi penanganan sampah di Bali masih perlu dibahas bersama para kepala daerah di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). “Ini akan dirembukkan dulu dengan Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, Gianyar, dan Tabanan. Pengolahan sampahnya bisa berbasis sumber atau menggunakan teknologi,” jelasnya.
Dalam sambutannya di Hari Ulang Tahun Kota Denpasar Ke-237, Wayan Koster memasukkan penanganan sampah sebagai salah satu program prioritas. Salah satu solusi yang ditawarkannya adalah membudayakan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa, desa adat, kelurahan, dan komunitas. Selain itu, ia juga merekomendasikan penggunaan teknologi untuk mengolah sampah, terutama mengingat volume sampah di Denpasar yang cukup besar.
“Sampah akan dikelola dengan skema berbasis sumber dan teknologi. Tidak semua sampah bisa diolah berbasis sumber, terutama di Denpasar yang volumenya besar,” ujar Koster.
Dengan berbagai upaya ini, Pemkot Denpasar berharap dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan di Bali.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




