Bandung Petakan Sampah hingga Tingkat RT, 1.484 Kompospit Disiapkan untuk Kurangi Beban TPA

Bandung terus memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis sumber dengan pendekatan yang lebih terukur dan detail. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, pemerintah kota kini memetakan timbulan sampah hingga tingkat RT sebagai langkah konkret untuk menekan volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, sebanyak 1.484 titik kompospit telah disiapkan di berbagai wilayah permukiman. Setiap titik dilengkapi data koordinat, kapasitas, serta sebaran lokasi sehingga pengelolaan sampah organik dapat dilakukan langsung dari sumbernya secara lebih efektif. Total kapasitas kompospit yang tersedia saat ini mencapai sekitar 2.800 meter kubik.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis kewilayahan ini memungkinkan pemerintah mengetahui secara rinci volume dan komposisi sampah di setiap lingkungan terkecil. Dengan data tersebut, penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan efisien.
Berdasarkan catatan DLH, sekitar 60 persen timbulan sampah di Kota Bandung berasal dari rumah tangga, dengan mayoritas berupa sampah organik. Jika pengelolaan di tingkat sumber berjalan optimal, skema kompospit ini diperkirakan mampu menangani hingga 600 ton sampah organik.
Selain kompospit, DLH juga mengembangkan sistem klasifikasi sampah menjadi tiga kategori utama:
- Organik, yang diolah melalui proses komposting;
- High value, yaitu sampah bernilai ekonomi seperti jenis plastik tertentu yang dapat langsung dimanfaatkan kembali;
- Low value, yaitu sampah bernilai rendah yang diarahkan ke pengolahan lanjutan seperti Refuse Derived Fuel (RDF).
Menurut Darto, sistem pemetaan detail ini juga membantu pemerintah merespons lonjakan sampah akibat aktivitas masyarakat maupun program tertentu yang meningkatkan volume harian. Dengan data yang semakin akurat, Pemkot Bandung optimistis dapat mengurangi beban pengangkutan sekaligus menekan biaya operasional pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pengelolaan sampah berbasis sumber, yakni menyelesaikan sampah dari tempat asalnya, bukan semata-mata bergantung pada TPA. Ke depan, DLH Kota Bandung juga berkomitmen menambah jumlah kompospit sesuai kebutuhan serta terus mendorong partisipasi aktif masyarakat agar sistem ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




