Dokumen

Batam Susun Baseline Konsumsi Energi untuk Dorong Bangunan Rendah Emisi

Pertumbuhan kota, aktivitas ekonomi, dan pembangunan infrastruktur membuat konsumsi energi di sektor bangunan terus meningkat. Kondisi ini juga terjadi di Batam, salah satu pusat industri dan perdagangan strategis di Indonesia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan Baseline Energy Consumption Study in Built Environment in Kota Batam. Studi ini bertujuan menetapkan nilai dasar konsumsi energi pada bangunan hunian maupun nonhunian sebagai landasan untuk menyusun strategi efisiensi energi dan dekarbonisasi sektor bangunan.

Baseline konsumsi energi menjadi penting karena pemerintah dan pelaku industri membutuhkan titik acuan untuk mengetahui apakah penggunaan energi di sebuah bangunan tergolong efisien atau boros. Dari data tersebut, kebijakan konservasi energi dapat disusun secara lebih terukur.

Studi ini memberikan gambaran awal mengenai pola penggunaan energi pada lingkungan binaan di Batam. Hasilnya dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengembang, industri, pemilik gedung, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan serta program efisiensi energi.

Sektor bangunan memiliki peran penting dalam transisi energi karena konsumsi listrik untuk pendingin ruangan, pencahayaan, peralatan elektronik, dan aktivitas operasional dapat menjadi cukup besar. Dengan desain bangunan yang lebih efisien, penggunaan teknologi hemat energi, serta pengelolaan konsumsi yang baik, kebutuhan energi dapat ditekan tanpa mengurangi kenyamanan penggunanya.

Pengembangan bangunan rendah emisi juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Efisiensi energi berpotensi menurunkan biaya operasional gedung dalam jangka panjang sekaligus mengurangi kebutuhan tambahan pasokan listrik.

Studi tersebut merupakan bagian dari Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) Project, yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi, khususnya di sektor industri dan bangunan.

Ke depan, hasil baseline dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan indikator intensitas konsumsi energi, standar bangunan hijau, program retrofit bangunan, hingga sistem pemantauan penggunaan energi yang lebih terukur.

Bagi Batam, langkah ini menjadi semakin penting karena kota tersebut terus berkembang sebagai kawasan industri dan investasi. Pertumbuhan ekonomi yang cepat perlu diimbangi dengan pembangunan gedung yang semakin efisien agar kenaikan aktivitas ekonomi tidak selalu diikuti peningkatan konsumsi energi dan emisi dalam jumlah yang sama. IESR

Bangunan hijau bukan hanya soal desain modern. Kuncinya adalah mengetahui berapa banyak energi yang digunakan, di mana terjadi pemborosan, dan bagaimana konsumsi tersebut dapat dikurangi secara terukur. Baseline energi menjadi langkah awal untuk mewujudkan kota yang lebih efisien dan rendah karbon.

Sumber: Institute for Essential Services Reform (IESR)
https://iesr.or.id/en/pustaka/baseline-energy-consumption-study-in-built-environment-in-kota-batam/

Konten Terkait

Baca juga
Close
Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO