Berita

Bencana Geologi Landa Tiga Wilayah di Kabupaten Bogor, 77 KK Terdampak Pergerakan Tanah dan Longsor

Bencana geologi berupa pergerakan tanah dan longsor melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 77 kepala keluarga (KK) terdampak dan harus menghadapi risiko kerusakan tempat tinggal serta ancaman keselamatan jiwa akibat kondisi tanah yang terus bergerak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan bahwa bencana tersebut terjadi di sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sukamakmur, Tenjo, dan Megamendung. Masing-masing wilayah mengalami karakteristik bencana yang berbeda.

“Di Sukamakmur terjadi pergerakan tanah, di Tenjo juga pergerakan tanah di dua desa, sedangkan di Megamendung berupa longsoran yang berdampak pada satu rumah,” ujar Ade saat mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung dampak pergeseran tanah di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Jumat.

Ade mengungkapkan bahwa wilayah dengan dampak paling signifikan berada di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Di lokasi tersebut, pergerakan tanah berdampak langsung terhadap sekitar 60 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara rumah-rumah lainnya berada di zona tanah yang masih aktif bergerak dan dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.

Menurut Ade, BPBD Kabupaten Bogor bersama tim ahli geologi telah melakukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah terdampak memang memiliki struktur tanah yang labil dan sangat rentan terhadap pergerakan, terutama saat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi geologis setempat.

“Ini kejadian yang berulang. Pada tahun 2024 sudah pernah terjadi, kemudian pada 2025 kembali terjadi di lokasi yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa langkah pertama dan utama yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah menyelamatkan warga dari lokasi rawan bencana. Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak segera dievakuasi dan tidak lagi tinggal di area berisiko.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Hari ini kami pastikan tidak ada lagi warga yang bermalam di tenda pengungsian,” kata Rudy saat meninjau lokasi bencana.

Untuk penanganan darurat dan pemulihan awal, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara bagi warga terdampak. Bantuan tersebut sebesar Rp750 ribu per bulan per kepala keluarga dan diberikan selama enam bulan. Dana bantuan dibayarkan sekaligus melalui pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Biaya sewa rumah kami bayarkan untuk enam bulan pertama agar warga bisa segera tinggal di tempat yang aman dan layak,” ujar Rudy.

Selain bantuan relokasi sementara, Pemkab Bogor juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok atau sembako kepada warga terdampak. Pemerintah daerah turut berkoordinasi dengan Bank BJB guna mempercepat proses administrasi pencairan bantuan, termasuk membuka layanan hingga akhir pekan agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memastikan keselamatan mereka, sembari pemerintah melakukan kajian lanjutan terkait kemungkinan relokasi permanen dari wilayah yang dinilai tidak layak huni akibat ancaman pergerakan tanah.

Sumber berita:
Antara News – Bencana geologi landa tiga wilayah di Kabupaten Bogor
https://www.antaranews.com/berita/5386522/bencana-geologi-landa-tiga-wilayah-di-kabupaten-bogor

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO