Berita

Dari 22 pelanggar jadi nihil, Satpol PP sebut Gerakan Mas JOS bikin sampah liar nyaris hilang

Tren pembuangan sampah sembarangan di Kota Yogyakarta menunjukkan penurunan drastis sepanjang pertengahan tahun 2026. Penurunan ini dinilai sebagai dampak positif dari masifnya keberhasilan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), yang berhasil mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya (hulu).

Perbandingan Penindakan Hukum (2025 vs 2026)

Upaya pencegahan dan edukasi yang gencar dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta membuahkan hasil signifikan pada angka pelanggaran:

  • Tahun 2025: Sebanyak 22 pelanggar pembuang sampah liar ditindak tegas hingga menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
  • Pertengahan 2026: Nihil (0) pelanggar yang diajukan ke pengadilan.

“Aktivitas pembuangan liar spot-nya sudah sangat sedikit, bisa dibilang nyaris tidak ada lagi. Ini sedikit banyak merupakan efek gerakan Mas JOS yang memicu kesadaran warga,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto.

Dampak Nyata Gerakan Mas JOS dalam Angka

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan bahwa pengolahan sampah mandiri di tingkat rumah tangga mengalami lonjakan tajam berkat edukasi dan rekonstruksi sosial yang konsisten.

Indikator Pengelolaan SampahTahun 2025Tahun 2026
Volume Sampah Dikelola di Hulu21,20 ton / hari47,68 ton / hari (Naik 125%)
Keluarga Mas JOS (Terteliti & Berstiker)~37.000 Keluarga~40.000 Keluarga
Jumlah Bank Sampah Aktif698 Unit713 Unit

Strategi Pendampingan dan Pengawasan Lapangan

Keberhasilan Gerakan Mas JOS tidak terlepas dari ekosistem pendampingan yang menyasar hingga tingkat RT/RW dan kelurahan:

  • Eksistensi Jumilah (Juru Pilah Sampah): Petugas khusus di tingkat kelurahan yang memandu warga memilah sampah organik dan anorganik.
  • Jaringan Pendamping: Mengoptimalkan peran fasilitator kelurahan, Forum Bank Sampah, hingga kader PKK.
  • Sistem Apresiasi Stiker: Memberikan penanda/stiker khusus bagi rumah tangga yang terbukti konsisten memilah sampah (Keluarga Mas JOS).

Langkah Pengawasan Lanjutan

Meskipun pembuangan sampah liar sudah nyaris hilang, Satpol PP tetap bersiaga dan memetakan titik rawan sisa. Saat ini, tim gabungan tengah memantau satu titik potensial di wilayah Danurejan melalui metode profiling (pemetaan pola dan waktu pembuangan) sebelum melancarkan operasi penindakan yustisi.

sumber:

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/17/17055661/tpa-cipayung-sudah-overload-pemkot-depok-kebut-pembangunan-rdf-plant?source=bacajuga&engine=C

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO