Dokumen

UMKM Hijau Bisa Jadi Penggerak Utama Ekonomi Berkelanjutan Indonesia

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. Kontribusinya mencapai sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, sehingga transformasi UMKM menuju praktik bisnis yang lebih hijau dapat memberikan dampak besar terhadap arah pembangunan ekonomi nasional.

Namun, besarnya skala aktivitas produksi UMKM juga berarti konsumsi energi dan potensi emisi karbon dari sektor ini tidak bisa diabaikan. Karena itu, penguatan UMKM hijau menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

White Paper yang diterbitkan melalui kolaborasi sejumlah institusi menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi UMKM dalam menerapkan praktik bisnis hijau. Tantangan tersebut antara lain rendahnya tingkat pemahaman, keterbatasan akses pembiayaan, regulasi yang belum cukup spesifik, terbatasnya akses terhadap teknologi, serta kapasitas teknis dan manajerial yang masih perlu diperkuat.

Di sisi lain, peluang untuk mempercepat transformasi UMKM juga semakin besar. Permintaan pasar terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat, sementara dukungan kebijakan nasional, aliran pembiayaan internasional, dan inovasi teknologi lokal membuka ruang baru bagi pelaku usaha.

UMKM yang mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, menggunakan bahan baku secara lebih bertanggung jawab, serta menerapkan model ekonomi sirkular berpotensi memperoleh manfaat ganda. Selain menekan dampak lingkungan, langkah tersebut juga dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk.

Akses pembiayaan menjadi salah satu faktor paling penting. Banyak UMKM sebenarnya tertarik melakukan transformasi, tetapi terkendala biaya awal untuk membeli teknologi hemat energi, mengembangkan proses produksi yang lebih bersih, atau memperoleh sertifikasi lingkungan.

Karena itu, kebijakan pengembangan UMKM hijau perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem. Pemerintah, lembaga keuangan, sektor swasta, lembaga riset, dan penyedia teknologi perlu bekerja bersama agar transformasi tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar.

Pasar juga dapat menjadi pendorong perubahan. Semakin banyak konsumen dan perusahaan besar yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok, semakin besar peluang UMKM hijau untuk memasuki pasar baru dan mendapatkan nilai tambah.

Transformasi ekonomi hijau Indonesia tidak akan lengkap tanpa melibatkan UMKM. Ketika jutaan usaha kecil mampu menggunakan energi lebih efisien, mengurangi limbah, dan menghasilkan produk yang lebih berkelanjutan, dampaknya terhadap ekonomi dan lingkungan dapat menjadi sangat besar.

Sumber: Institute for Essential Services Reform (IESR) — White Paper: Unveiling the Future of Sustainable Business through Empowering Green MSMEs
https://iesr.or.id/en/pustaka/white-paper-unveiling-the-future-of-sustainable-business-through-empowering-green-msmes/

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO