Prabowo Tegur Menteri, Minta Administrasi Proyek Sampah Jadi Energi Dipangkas

Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus terkait percepatan program pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Menurut Zulhas, pemerintah sebenarnya sudah menuntaskan penandatanganan dokumen, hanya tinggal menunggu peraturan presiden (perpres) yang diperkirakan terbit dalam satu hingga dua hari.
“Saya tadi mengatakan, kami sudah selesai tanda tangan. Tinggal nunggu perpres 1-2 hari ini turun. Maka proses 6 bulan untuk administrasi, 1,5 tahun untuk pengerjaan, mudah-mudahan 2 tahun persoalan sampah kita bisa atasi,” katanya usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
1. Prabowo minta administrasi dipangkas jadi tiga bulan
Zulhas mengungkapkan, Presiden Prabowo menegur jajaran terkait lamanya proses administrasi. Prabowo meminta agar tahapan administrasi yang semula enam bulan dapat dipangkas menjadi tiga bulan.
“Tadi Presiden menegur kami, jangan 6 bulan administrasi, 3 bulan kalau bisa sehingga 18 bulan bisa selesai, kita usahakan,” jelasnya.
2. Prabowo malu sampah setinggi gunung di RI
Prabowo sebelumnya juga menyoroti penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri konferensi iklim Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2025 di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (26/7).
Menurut Zulhas, Presiden Prabowo menyatakan keprihatinannya karena volume sampah di Bantar Gebang sudah setara dengan gedung 20 lantai.
“Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Pak Zul, ini sampah kita kok menggunung ya? Sebagai negara besar kita ini malu. Di Bantar Gebang itu sampah kita setara dengan 20 lantai gedung yang tinggi. Bagaimana menyelesaikannya?’” kata Zulhas menirukan ucapan Presiden.
3. Prosedur berbelit jadi kendala penanganan
Zulhas yang juga mantan Menteri Perdagangan menambahkan, selama sembilan bulan menjabat sebagai Menko Pangan, ia menemukan kendala utama berupa prosedur yang rumit dan berbelit.
Ia menilai perizinan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi memakan waktu lama karena melibatkan banyak pihak. Padahal, menurutnya, minat investor sangat tinggi dan potensi keuntungannya besar.
“Itu prosesnya panjang sekali. Padahal yang mau itu banyak, yang ingin mengerjakan banyak, dan ini juga menguntungkan,” ujarnya.
Sumber: IDN Times
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




