Berita

Data Center AI BDX di Jatiluhur Disetop Sementara, Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Pembangunan data center AI BDX di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghentian dilakukan karena sejumlah persyaratan pembangunan, termasuk AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada prinsipnya menyatakan mendukung investasi dan pembangunan data center. Namun, proyek berskala besar seperti ini dinilai harus memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, bangunan, dan tata kelola sebelum dilanjutkan.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah kebutuhan air. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebutuhan air pusat data harus dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air untuk sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Kekhawatiran ini relevan karena pusat data, khususnya fasilitas berkapasitas besar, dapat membutuhkan air untuk sistem pendinginan. Jika tidak direncanakan dengan cermat, penggunaan air dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan persaingan dengan kebutuhan lain, termasuk irigasi pertanian.

Proyek data center BDX tersebut berada di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan rencana pengembangan hingga 11 hektare. Nilai investasinya diperkirakan mencapai sekitar Rp3,5 triliun, dengan kapasitas awal listrik sekitar 120 MW dan potensi pengembangan hingga 640 MW.

Skala kebutuhan energi tersebut juga membuat proyek ini tidak hanya penting dari sisi ekonomi digital, tetapi juga dari sisi lingkungan. Semakin besar kapasitas pusat data, semakin besar pula kebutuhan listrik, pendinginan, infrastruktur, dan sumber daya penunjangnya.

Di sisi lain, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 2.000 hingga 3.000 lapangan kerja secara bertahap. Namun, manfaat ekonomi tersebut dinilai tetap perlu dihitung bersama dengan potensi dampak lingkungan dan sosial.

DPRD Jawa Barat juga meminta agar perhitungan manfaat dan risiko proyek dibuka secara transparan. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengetahui berapa besar kontribusi ekonomi yang dihasilkan dibandingkan dengan kebutuhan air, energi, lahan, dan potensi tekanan terhadap lingkungan.

Kasus ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan tidak bisa dipandang sebagai proyek teknologi semata. Data center juga merupakan bagian dari infrastruktur fisik yang membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar.

Pembangunan ekonomi digital tetap penting, tetapi harus berjalan bersama dengan perlindungan sumber daya alam. Ketika kebutuhan air untuk industri mulai berpotensi bersinggungan dengan kebutuhan petani dan masyarakat, perencanaan lingkungan harus ditempatkan sejak awal, bukan setelah fasilitas beroperasi.

Sumber:
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid034DW2LRT4xztWWkH5GQzx4bxqvpbf4WBmfCyu4rvVXYXMFVg1EKF9YfAjB6L4kR16l&id=100084741600535&rdid=WMGIEMK35kcB2im8#

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO