Daya Tarik Investasi Energi Terbarukan Indonesia Masih Rendah di Asia Tenggara

Daya tarik investasi energi terbarukan di Indonesia dinilai masih kurang dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan Climatescope 2024 dari BloombergNEF, Indonesia hanya mendapatkan skor 2,01 dari skala 5, menempatkannya di peringkat keenam dari sembilan negara yang dievaluasi di kawasan tersebut.
Peringkat dan Skor Negara-Negara Asia Tenggara
Berikut peringkat dan skor sembilan negara Asia Tenggara berdasarkan daya tarik investasi energi terbarukan menurut Climatescope 2024:
- Filipina: 2,65
- Thailand: 2,17
- Singapura: 2,06
- Malaysia: 2,06
- Vietnam: 2,01
- Indonesia: 2,01
- Kamboja: 1,96
- Myanmar: 1,64
- Laos: 1,48
Meski skor Indonesia sama dengan Vietnam, daya tarik investasi energi terbarukan Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Namun, skor Indonesia lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia Pasifik yang hanya 1,94.
Penilaian Climatescope
Climatescope adalah alat asesmen yang dirancang untuk mengevaluasi kesiapan negara-negara dalam menarik investasi energi terbarukan. Evaluasi ini mencakup lebih dari 200 indikator dan sub-indikator yang terbagi menjadi tiga pilar utama, yaitu:
- Kebijakan Pemerintah: Regulasi dan inisiatif yang mendukung energi bersih.
- Potensi Pasar: Kapasitas sumber daya dan peluang pasar energi terbarukan.
- Pengalaman Pelaku Industri: Sejarah dan pencapaian terkait pengembangan energi terbarukan di negara tersebut.
Penilaian ini mencakup analisis terhadap lanskap energi bersih, pencapaian sebelumnya, lingkungan investasi saat ini, serta peluang pertumbuhan di masa depan.
Tren Investasi Energi Terbarukan di Indonesia
Meskipun daya tarik investasi dinilai rendah, Indonesia menunjukkan peningkatan dalam nilai investasi energi bersih. Pada 2023, investasi energi bersih mencapai 497,99 juta dolar AS, meningkat 77,9 persen dibandingkan tahun 2022 yang hanya sebesar 279,93 juta dolar AS.
Investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada 2020 dengan total 946,88 juta dolar AS, sementara investasi terendah tercatat pada 2022.
Tantangan dan Peluang
Dengan skor daya tarik investasi yang masih rendah, Indonesia perlu memperkuat kebijakan pemerintah, meningkatkan transparansi dalam investasi energi bersih, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi investor. Meski demikian, peningkatan investasi yang terjadi pada 2023 menjadi tanda positif bagi masa depan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Sumber
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Daya Tarik Investasi Energi Terbarukan RI Lebih Rendah daripada Malaysia dan Vietnam”.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




