Berita

DLH Kota Makassar Canangkan Program 1.000 Biopori untuk Olah Sampah Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meluncurkan program pembuatan 1.000 lubang biopori. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.

Dr. Bau Asseng, ST, Ms, Kabid Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Makassar, menjelaskan bahwa program 1.000 biopori ini adalah bagian dari pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang digalakkan oleh Pemerintah Kota. Pemilihan teknologi biopori dinilai karena kemudahannya diterapkan di permukiman dan sifatnya yang ramah lingkungan.

Program ini difokuskan untuk mengolah sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering, langsung dari sumbernya. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

Lubang biopori akan ditempatkan di area TPS3R atau lingkungan perumahan, memudahkan masyarakat untuk langsung memanfaatkan limbah organik mereka. Hasilnya, selain pengurangan sampah, warga juga akan mendapatkan pupuk alami yang dapat digunakan untuk keperluan tanaman atau pertanian urban.

Manfaat lain dari biopori adalah meningkatkan daya resap tanah terhadap air, sehingga dapat membantu mencegah genangan air, terutama pada musim hujan. Untuk kesuksesan program ini, partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari rumah masing-masing sangat dibutuhkan.

Melalui pencanangan program 1.000 biopori ini, DLH Makassar berharap kesadaran warga dalam mengelola limbah semakin meningkat dan turut mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Sumber Berita:
https://www.antaranews.com/berita/5137513/dlh-makassar-canangkan-program-1000-biopori

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO