Berita

Mengurangi Emisi Karbon: Kemenperin Dorong Teknologi CCU untuk Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penggunaan teknologi carbon capture utilization (CCU) di empat sektor industri utama yaitu semen, pupuk, besi dan baja, serta pulp dan kertas. Langkah ini diambil mengingat kontribusi signifikan dari keempat subsektor tersebut terhadap total emisi karbon industri nasional. Teknologi ini diharapkan mampu menekan emisi karbon sekaligus mendorong transformasi menuju industri hijau yang berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto, menjelaskan bahwa Kemenperin telah bekerja sama dengan UWin Resources Regeneration Inc., pengembang teknologi carbon capture and industrial emission reduction (CCIER), untuk mengembangkan solusi pengurangan emisi. Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah pelaksanaan proyek percontohan di PT Petrokimia Gresik. “Proyek ini adalah langkah awal yang sangat penting,” ungkap Eko dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/1/2025).

Ia menambahkan bahwa teknologi CCU diharapkan dapat diterapkan secara luas di berbagai sektor industri yang menghasilkan emisi karbon tinggi, tidak hanya di sektor petrokimia.

Teknologi CCU untuk Dekarbonisasi Industri

Teknologi CCU bekerja dengan cara menangkap karbon dioksida (CO₂) dari proses industri, kemudian memproses dan mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan teknologi ini, emisi karbon dapat dikurangi sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui produk yang dihasilkan. Menurut Eko, penerapan teknologi ini sejalan dengan target Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia.

Selain proyek percontohan di PT Petrokimia Gresik, Kemenperin juga telah mengidentifikasi sembilan subsektor industri prioritas untuk difokuskan dalam upaya dekarbonisasi. Upaya ini mencakup penerapan konsep produksi bersih, efisiensi energi, serta simbiosis industri dalam kawasan industri untuk menekan dampak polutan udara dan emisi GRK.

Kebijakan Mendukung Ekonomi Sirkular

Kemenperin kini sedang menyusun kebijakan khusus untuk memfasilitasi penerapan teknologi rendah karbon dan mendukung implementasi konsep ekonomi sirkular di sektor industri. Kebijakan ini bertujuan memberikan panduan kepada perusahaan dalam mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, Tri Supondy, menyatakan harapannya agar proyek percontohan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan dan kawasan industri lainnya. “Adopsi teknologi ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga meningkatkan daya saing mereka di pasar internasional,” ujar Tri.

Menuju Industri Hijau yang Berkelanjutan

Proyek percontohan teknologi CCU di Indonesia menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi menuju industri hijau. Dengan penerapan teknologi rendah karbon dan pengurangan emisi, diharapkan Indonesia dapat memenuhi target dekarbonisasi sembari meningkatkan daya saing industri dalam skala global.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim dan menuju pencapaian visi Indonesia Emas 2045.


Sumber: Kompas.com

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO