Dua Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Mukomuko, Tim Gabungan Lakukan Investigasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menurunkan tim ke lokasi penemuan dua gajah mati di kawasan hutan produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengetahui penyebab kematian melalui proses nekropsi.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu-Lampung, Said Jauhari, menjelaskan bahwa kedua bangkai gajah tersebut pertama kali ditemukan warga pada Rabu (28/4) dan segera dilaporkan kepada petugas.
Tim yang diterjunkan berjumlah delapan orang, terdiri dari personel BKSDA, kepolisian, TNI, pos Gakkum Kehutanan Bengkulu, serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Resor Mukomuko. Selain itu, dokter hewan juga dilibatkan untuk melakukan identifikasi dan nekropsi.
Dua gajah yang ditemukan merupakan induk dan anak Gajah Sumatera. Tim masih mendalami jenis kelamin serta usia keduanya, dengan perkiraan anak gajah tersebut berusia kurang dari satu tahun.
“Saat ini kami masih menunggu hasil nekropsi untuk memastikan penyebab kematian, termasuk memperkirakan sudah berapa lama keduanya mati,” ujar Said.
Sebelumnya, warga menemukan kedua bangkai dalam kondisi membusuk di kawasan hutan produksi Benteng Seblat, Kecamatan Teramang Jaya, pada Kamis (30/4). Lokasi penemuan berada tidak jauh dari pondok warga yang sudah lama ditinggalkan.
Meski kondisi tubuh telah membusuk, bagian penting seperti gading, gigi, dan tulang masih ditemukan utuh. Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat status gajah Sumatera sebagai satwa dilindungi yang terancam punah.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




