Berita

Gunungan Sampah 5 Meter di Jalan Gunung Batu Ganggu Warga, Petugas TPS Harapkan Penanganan DLH

Bau menyengat tercium kuat di sepanjang Jalan Gunung Batu, Kota Bandung, Kamis (13/11). Tumpukan sampah yang menjulang hingga sekitar lima meter membuat lalat beterbangan dan mengganggu para pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Di tengah kondisi itu, seorang pria berbaju cokelat tampak duduk beristirahat di pinggir gunungan sampah. Ia adalah Samsul (43), petugas kebersihan yang sehari-hari mengurus Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Gunung Batu Timur.

Menurut Samsul, tumpukan sampah yang menggunung itu bukan hanya berasal dari warga sekitar. Banyak pula pengendara yang melintas sengaja membuang sampah di lokasi tersebut, terutama pada malam hari ketika TPS tidak dijaga.

“Kalau yang lewat-lewat kan, dari mana-mana pasti buang. Terus keresek-keresek. Apalagi malam, nggak ada yang nunggu, jadi banyak yang buang sampah,” ujarnya.

Sudah 5 Bulan Tidak Diangkut

Samsul menjelaskan bahwa kondisi memilukan ini terjadi akibat sampah di TPS tersebut tidak diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama lima bulan terakhir.

“Sudah lima bulan enggak diangkut. Terakhir itu tanggal 2 Juni,” kata Samsul.

Padahal, sebelumnya sampah rutin diangkut tiga kali seminggu. Namun belakangan, frekuensinya menurun drastis hingga hanya sekali dalam sepekan, sebelum akhirnya berhenti total.

Sambil berbicara, Samsul terlihat baru selesai memilah sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual. Aktivitas itu menjadi salah satu cara dirinya menambah pemasukan.

Pendapatan Tak Menentu

Sebagai petugas TPS, Samsul mengaku tidak menerima gaji tetap. Ia hanya mengandalkan iuran warga dari jasa pengangkutan sampah perumahan.

“Kalau di sini ada yang buang dari roda per bulan Rp 100 ribu. Tapi kalau nggak ada yang buang, ya nggak dapat apa-apa,” jelasnya.

Dari uang yang terkumpul pun, sebagian besar harus dialokasikan kembali untuk biaya operasional pengangkutan, upah sopir, hingga kebutuhan kecil lain seperti rokok.

“Yang dapat Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu itu dikembalikan lagi buat biaya pengangkutan, buat sopir,” kata Samsul.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia dan petugas lainnya terpaksa mengumpulkan limbah anorganik yang masih bisa dijual kembali.

Harapan agar Situasi Kembali Normal

Samsul berharap DLH segera menangani gunungan sampah ini agar kondisi TPS kembali normal dan ia dapat beraktivitas seperti biasa.

“Pengennya normal kembali, biar saya bisa aktivitas lagi, bisa cari limbahnya kayak gini. Bisa menghasilkan uang. Kalau begini kan nggak menghasilkan, nggak ada pemasukan,” tutupnya.

https://kumparan.com/kumparannews/5-bulan-tak-diangkut-sampah-di-bandung-menggunung-hingga-5-meter-26EesRFBabp/full

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO