Jambi–Sumbar Perlu Kolaborasi Tekan Pencemaran Sungai Batanghari Akibat PETI

Provinsi Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar) dinilai perlu memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian Sungai Batanghari, terutama untuk menahan laju pencemaran air yang dipicu aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu.
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan bahwa upaya pengendalian pencemaran tidak bisa dilakukan oleh Jambi seorang diri. Pasalnya, Sungai Batanghari mengalir melintasi dua wilayah administratif, sehingga dibutuhkan komitmen bersama antara kedua provinsi.
Menurut Ivan, kerja sama tersebut semakin penting karena pengelolaan Sungai Batanghari saat ini terbagi dalam dua kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). Untuk wilayah hilir di Jambi ditangani oleh BWSS Wilayah VI, sedangkan wilayah hulu menjadi tanggung jawab BWSS Wilayah V.
Selain penertiban PETI di kedua daerah, Ivan juga menilai perlu adanya langkah strategis yang menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan ekonomi. Beberapa langkah yang disarankan antara lain penghijauan atau reboisasi di sepanjang aliran sungai untuk mencegah abrasi dan menjaga ketersediaan air, serta pengerukan sedimentasi (normalisasi) guna meningkatkan kapasitas sungai.
Ia menambahkan, normalisasi sungai juga dapat membuka peluang optimalisasi jalur transportasi air, termasuk untuk pengangkutan hasil tambang batu bara.
Tak hanya itu, Ivan menilai gerakan kebersihan sungai secara rutin perlu digalakkan dengan melibatkan masyarakat luas serta unsur TNI, Polri, dan para pemerhati lingkungan.
Ivan menegaskan bahwa aktivitas PETI di wilayah hulu merupakan penyebab utama meningkatnya kadar merkuri dan tingginya kekeruhan air Sungai Batanghari. Dampaknya dirasakan langsung oleh PDAM karena biaya pengolahan air menjadi jauh lebih tinggi akibat buruknya kualitas air baku.
Sementara itu, akademisi Universitas Jambi (Unja), Tedjo Sukmono, sebelumnya juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun peraturan daerah terkait penetapan zona hijau Sungai Batanghari. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah ancaman kepunahan habitat ikan.
Tedjo menyebutkan, tekanan terhadap Sungai Batanghari saat ini semakin besar, sehingga diperlukan kebijakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia juga mendorong pembentukan konsorsium gabungan yang melibatkan BWSS dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) untuk menetapkan kawasan vegetasi sebagai zona hijau di sepanjang sungai.
Menurutnya, kebijakan tersebut sangat penting untuk menjaga ekosistem Sungai Batanghari serta mendukung pengembangan habitat kehidupan di dalamnya.
Sumber berita:
https://www.antaranews.com/berita/5421294/jambi-sumbar-perlu-kolaborasi-jaga-sungai-batanghari-dari-pencemaran
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




