Tahukah Anda

Karhutla Indonesia Dorong Lonjakan Emisi, Dampaknya Jauh Melampaui Angka Karbon

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menjadi sorotan karena menghasilkan emisi karbon dalam jumlah sangat besar. Pada periode 1–7 September 2026, emisi karbon dari karhutla Indonesia disebut mencapai sekitar 19,7 juta metrik ton, melampaui Rusia dan setara lebih dari sepertiga total emisi kebakaran global pada periode tersebut.

Angka itu menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan kondisi musiman normal. Emisi karhutla disebut berada sekitar 273 persen di atas rata-rata musiman, seiring kondisi El Niño yang sangat kuat dan cuaca kering berkepanjangan.

Kalimantan dan wilayah timur Sumatra menjadi kawasan dengan konsentrasi kebakaran paling tinggi. Wilayah-wilayah ini memang sangat rentan ketika musim kering berlangsung panjang, terutama pada area gambut dan lahan yang mudah terbakar.

Besarnya emisi dari karhutla menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan bukan hanya masalah lokal. Asap dan karbon yang dilepaskan ke atmosfer ikut memperburuk krisis iklim global, sementara di tingkat lokal dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Di balik jutaan ton emisi tersebut, terdapat hutan yang rusak, habitat satwa yang hilang, serta masyarakat yang harus menghadapi kualitas udara buruk. Paparan asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

Karhutla juga membawa kerugian ekologis yang tidak mudah dipulihkan. Hutan yang terbakar membutuhkan waktu panjang untuk kembali pulih, sementara satwa yang kehilangan habitat belum tentu dapat kembali ke kawasan asalnya.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya fokus pada pemadaman. Pencegahan, pengelolaan lahan gambut, pengawasan pembukaan lahan, penegakan hukum, serta sistem peringatan dini perlu diperkuat agar kebakaran tidak terus berulang dengan skala yang sama.

Karhutla adalah krisis lingkungan yang dampaknya terasa sekaligus pada iklim, kesehatan, ekonomi, dan keanekaragaman hayati. Setiap hektare hutan yang terbakar adalah kehilangan yang biayanya jauh lebih besar daripada sekadar angka emisi.

https://www.instagram.com/p/Dd0zhEACYA6

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO