Kebakaran Picu Hilangnya 6,7 Juta Hektar Hutan Tropis di 2024

Kebakaran yang dipicu oleh perubahan iklim terus menunjukkan wajah paling kelamnya. Tahun 2024 menjadi tahun yang mencatat salah satu kehancuran ekosistem hutan tropis terbesar dalam sejarah modern. Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh World Resources Institute dan University of Maryland, dunia kehilangan 6,7 juta hektar hutan tropis hanya dalam satu tahun — melonjak 80 persen dibandingkan angka pada 2023.
Matthew Hansen, Direktur Lab di University of Maryland yang turut menyusun laporan ini, menyebutkan bahwa hasil analisis ini merupakan “hasil suram bagi ekosistem yang pada dasarnya tidak dirancang untuk terbakar.” Ia memperingatkan bahwa sinyal-sinyal perubahan iklim kini melaju lebih cepat dari kemampuan kita untuk meresponsnya secara efektif.
Salah satu kawasan yang mengalami dampak paling parah adalah Amerika Latin, dengan kehilangan hutan tropis tertinggi sejak 2016. Brasil, rumah bagi sebagian besar hutan Amazon, kehilangan 2,8 juta hektar hutan—jumlah tertinggi dibandingkan negara mana pun. Negara tersebut kini menghadapi tantangan besar di tengah kekeringan paling parah yang pernah tercatat di kawasan hutan hujan itu.
“Ini adalah situasi yang belum pernah kita hadapi sebelumnya. Artinya, kita harus merevisi semua kebijakan lingkungan kita untuk menyesuaikan dengan realitas baru,” ujar Andre Lima, pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Brasil.
Tak hanya Brasil, negara tetangga Bolivia juga mencatat lonjakan deforestasi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, Bolivia kehilangan hutan tropis dua kali lipat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Penyebab utamanya adalah kombinasi mematikan dari kekeringan, kebakaran hutan, serta ekspansi pertanian yang justru didukung insentif pemerintah.
Laporan juga menyoroti peningkatan kehilangan hutan di Meksiko, Peru, Nikaragua, dan Guatemala, serta kondisi di Kolombia dan Republik Demokratik Kongo, di mana konflik bersenjata memperburuk eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.
Tak hanya hutan tropis yang menjadi korban. Hutan boreal di belahan bumi utara pun tak luput. Kanada dan Rusia masing-masing kehilangan 5,2 juta hektar hutan akibat kebakaran hutan yang makin tak terkendali. Ini menandai salah satu kehilangan hutan boreal terbesar yang pernah tercatat.
Namun, di tengah kabar suram ini, muncul titik terang dari Asia Tenggara. Wilayah ini justru menunjukkan tren positif. Indonesia, Malaysia, dan Laos berhasil mencatatkan penurunan signifikan dalam kehilangan hutan primer, dengan angka penurunan mencapai dua digit. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi negara lain.
Laporan ini menjadi alarm keras bagi dunia. Ketika suhu global naik dan musim kering semakin panjang, hutan-hutan yang dulu menjadi penyangga kehidupan kini justru menjadi abu. Upaya penyelamatan harus dilakukan sekarang—sebelum lebih banyak ekosistem penting menghilang selamanya.
Sumber : Kompas.com – Kebakaran Sebabkan 6,7 Juta Hektar Hutan Tropis Hilang pada 2024
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




