Kota yang Lebih Aman dan Inklusif Dimulai dari Cara Kita Merancang Jalan

Siapa sebenarnya yang menjadi pusat perhatian ketika sebuah kota merancang jalan dan sistem transportasinya?
Pertanyaan ini menjadi penting karena pengalaman mobilitas setiap orang tidak selalu sama. Perempuan dan laki-laki, misalnya, dapat menghadapi tingkat risiko yang berbeda di jalan akibat pola perjalanan, akses terhadap transportasi publik, desain ruang kota, hingga respons setelah terjadi kecelakaan.
ICLEI menyoroti pentingnya memasukkan perspektif gender dalam keselamatan jalan. Pendekatan ini tidak hanya menyangkut desain trotoar dan penyeberangan, tetapi juga mencakup transportasi umum, kendaraan, pencahayaan, keamanan ruang publik, serta layanan penanganan setelah kecelakaan.
Kota Goyang di Republik Korea menjadi salah satu contoh bagaimana konsep mobilitas dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih berpusat pada manusia. Kota tersebut memadukan partisipasi masyarakat, data, dan kecerdasan buatan atau AI untuk memahami bagaimana warga bergerak dan bagaimana sistem transportasi dapat dibuat lebih efektif.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menggantikan peran masyarakat dalam perencanaan kota. Sebaliknya, data dan AI dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman pemerintah mengenai kebutuhan nyata warga.
Selain isu mobilitas, ICLEI juga mencatat perkembangan penting di Mauritius. Seluruh dewan kota dan distrik di negara tersebut kini telah menjadi anggota jaringan ICLEI. Langkah ini menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan pemerintah lokal dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim.
Menjelang COP31 di Antalya, pemerintah lokal dan regional juga semakin aktif menyuarakan perannya dalam menghadapi perubahan iklim. Kota tidak lagi dipandang hanya sebagai pelaksana kebijakan nasional, tetapi sebagai aktor penting dalam pengurangan emisi, adaptasi iklim, transportasi berkelanjutan, dan pembangunan perkotaan.
Kota berkelanjutan bukan hanya kota yang menggunakan teknologi canggih. Kota yang benar-benar maju adalah kota yang memahami bagaimana setiap warganya bergerak, merasa aman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan ruang publik.
Sumber: ICLEI – iNews, 23 September 2026
https://mailchi.mp/iclei.org/inews-23-september-2026?e=8ccdcf7510




