Krisis Vegetasi Hutan di Daerah Aliran Sungai: Dampak Pembangunan dan Solusi Restorasi

Vegetasi hutan di daerah aliran sungai (DAS) mengalami penurunan drastis akibat ekspansi pertanian dan pembangunan. Deputi Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, mengungkapkan bahwa kondisi ini mengancam daya serap air di DAS, seperti yang terjadi di DAS Ciliwung dan DAS Kali Bekasi.
Penurunan Vegetasi di DAS Ciliwung dan DAS Kali Bekasi
DAS Ciliwung kini hanya memiliki 10,6 persen tutupan vegetasi, jauh di bawah kriteria minimal 30 persen. Hal yang sama terjadi di DAS Kali Bekasi, di mana lahan yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air justru berubah menjadi kawasan pertanian dan permukiman. Di segmen 1 DAS Bekasi, hanya tersisa 3,35 persen tutupan lahan untuk wilayah resapan air seluas 120 hektare. Akibatnya, wilayah seperti Cileungsi, Cikeas, dan Cikarang rentan mengalami banjir.
Perubahan Tata Ruang dan Dampaknya
Menurut Sigit, luas lahan terbangun di DAS Kali Bekasi meningkat dari 6.711 hektare pada 2013 menjadi 7.629 hektare pada 2023. Meski ada sedikit peningkatan vegetasi hutan dari 3.198 hektare menjadi 4.895 hektare dalam periode yang sama, kenaikan tersebut lebih banyak terjadi akibat reklamasi di daerah pertambangan kapur dan semen di Cileungsi, bukan dari upaya konservasi alami.
Penegakan Hukum dan Restorasi Ekosistem
Sebagai respons terhadap degradasi lingkungan ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menyegel sembilan kawasan properti yang berdiri di area DAS Ciliwung dan DAS Bekasi. Beberapa di antaranya adalah Summarecon Bogor, Golf dan Hotel Gunung Geulis, dan Sentul City. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menindak pelanggaran lingkungan serta memberi efek jera kepada pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan lingkungan.
DAS Bekasi sendiri mencakup 145.000 hektare, dengan segmen puncak seluas 28.000 hektare yang berfungsi sebagai kawasan perlindungan ekosistem dan pengendalian bencana. Sejak 2022, perubahan tata ruang yang signifikan akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, pertanian, dan industri tambang telah memicu erosi dan menurunkan kualitas lingkungan.
Sebagai solusi, pemerintah mempercepat program restorasi ekosistem melalui penanaman pohon di titik-titik strategis serta memastikan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Sumber: Kompas.com
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




