Mahasiswa UGM Kembangkan Material Baterai Ramah Lingkungan dari Limbah Jerami Padi

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi material baterai dengan memanfaatkan limbah jerami padi dan grafit dari baterai bekas. Inovasi ini membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi limbah pertanian.
Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim PKM Riset Eksakta Carbonova. Tim terdiri dari Gilang Romadhon, Zuhrul Anam, Ethan Armana G., Asty Goviana, dan Dinaesy Fadillah H. Mereka berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari Elektronika dan Instrumentasi, Teknik Fisika, Matematika, Kimia hingga Antropologi.
Penelitian mereka berfokus pada pengembangan material anoda baterai ion-natrium. Jerami padi digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan material karbon, sementara limbah grafit dimanfaatkan untuk membantu merekayasa struktur material tersebut.
Baterai ion-natrium menjadi salah satu teknologi yang menarik dikembangkan karena menggunakan natrium yang relatif mudah ditemukan. Pengembangan material anoda dari sumber daya lokal juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap material baterai konvensional sekaligus mendorong pemanfaatan limbah yang selama ini belum optimal.
Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan material nitrogen-doped hard carbon berbasis jerami padi yang dikombinasikan dengan limbah grafit. Material kemudian melalui sejumlah tahapan pengolahan dan pengujian untuk mengetahui karakteristik serta respons elektrokimianya.
Hasil pengujian awal menunjukkan material yang dikembangkan mampu memberikan respons elektrokimia dan memiliki kemampuan menyimpan muatan. Namun, penelitian masih perlu dilanjutkan untuk mengoptimalkan performa material dan sistem baterai secara keseluruhan.
Inovasi ini menarik karena menghubungkan dua persoalan lingkungan sekaligus. Di satu sisi, jerami padi merupakan limbah pertanian yang jumlahnya besar dan belum seluruhnya dimanfaatkan. Di sisi lain, limbah baterai juga membutuhkan penanganan agar material di dalamnya dapat digunakan kembali dan tidak menjadi beban lingkungan.
Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan seperti ini dapat menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi bahan baku untuk produk bernilai lebih tinggi.
Jerami padi yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa panen ternyata berpotensi menjadi bagian dari teknologi penyimpanan energi masa depan. Inovasi ini menunjukkan bahwa solusi transisi energi dapat dimulai dari sumber daya sederhana yang tersedia di sekitar kita.
Sumber: Tribun Jogja
https://jogja.tribunnews.com/pendidikan/1223593/lima-mahasiswa-ugm-kembangkan-baterai-ramah-lingkungan-dari-limbah-jerami-padi?lgn_method=google&google_btn=onetap




