Berita

Mahasiswa ULM Jadi Garda Depan Gerakan “Sampah Kampus, Selesai di Kampus”

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, resmi mengukuhkan Mahasiswa Penggerak Pilah Sampah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui gerakan peduli lingkungan bertajuk “Sampah Kampus, Selesai di Kampus”.

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar lingkungan di kalangan mahasiswa, sekaligus mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

“Mahasiswa yang dikukuhkan harus menjalankan aksi nyata memilah sampah dan menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika ULM,” tegas Menteri Hanif di Banjarbaru.

♻️ Pilah Sampah Jadi Budaya Kampus

Menteri Hanif menekankan bahwa pemilahan sampah bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan harus menjadi kebiasaan sehari-hari mahasiswa. Menurutnya, pemilahan merupakan indikator utama dalam sistem pengelolaan sampah yang baik.

Jika sampah dipilah dengan benar, sebagian besar masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya, baik melalui daur ulang maupun pengolahan lanjutan.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus mengawal gerakan ini agar selaras dengan target nasional pengelolaan sampah pada tahun 2029.

🚨 Produksi Sampah Nasional Kian Mengkhawatirkan

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghasilkan sekitar 143 ribu ton sampah per hari, atau setara 53 juta ton per tahun pada 2025.

Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 26 persen yang berhasil dikelola dengan baik.

“Ini menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani secara sistematis, terutama dari sumbernya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Kalimantan Selatan yang masih berada di bawah rata-rata nasional dalam pengelolaan sampah, sehingga membutuhkan pendekatan inovatif serta pemanfaatan teknologi.

🔬 Inovasi Kampus: Dari Sampah Jadi Solusi

Usai pengukuhan, Menteri Hanif meninjau langsung berbagai inovasi teknologi lingkungan di Fakultas Teknik ULM. Salah satu yang menarik perhatian adalah reaktor peleleh plastik hasil riset dosen dan mahasiswa.

Teknologi ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen kampus dalam mengembangkan solusi pengurangan sampah sekaligus mendukung pendidikan lingkungan berkelanjutan.

“Inovasi seperti ini sangat penting untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di masa depan,” kata Hanif.

🌱 Kampus sebagai Motor Perubahan

Gerakan “Sampah Kampus, Selesai di Kampus” diharapkan mampu menjadikan ULM sebagai contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dengan keterlibatan aktif mahasiswa, dukungan teknologi, serta sinergi dengan pemerintah, kampus dapat menjadi motor perubahan dalam menciptakan budaya ramah lingkungan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa solusi persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

https://www.antaranews.com/berita/5519592/menteri-lh-budaya-pemilahan-sampah-harus-jadi-kebiasaan-mahasiswa

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO