Mahasiswa Universitas Islam Riau hadirkan desa energi berdikari di Kampar, hemat listrik hingga 90%

Desa Energi Berdikari di Kampar, Hemat Listrik Hingga 90%
Tim Sobat Bumi dari Universitas Islam Riau (UIR), yang merupakan penerima Beasiswa Pertamina Foundation, berhasil merealisasikan program “Desa Energi Berdikari” di Desa Hang Tuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar. Program ini berfungsi sebagai model integratif yang menggabungkan kemandirian energi bersih, penguatan ekonomi UMKM, dan komitmen terhadap lingkungan.
Solusi Energi Bersih untuk UMKM Lele
Desa Hang Tuah dikenal luas sebagai sentra budidaya dan pengolahan ikan lele yang produktif. Namun, tingginya biaya listrik menjadi kendala utama yang menekan keuntungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama untuk mengoperasikan peralatan krusial seperti mesin pendingin (freezer) dan alat produksi lainnya.
Tim mahasiswa UIR menghadirkan solusi konkret berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT):
- Infrastruktur EBT: Dibangun dan dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tipe hybrid.
- Fungsi PLTS Hybrid: Sistem ini dirancang khusus untuk menyuplai energi listrik bagi peralatan produksi UMKM olahan lele.
- Dampak Finansial: Penerapan PLTS hybrid ini menghasilkan penghematan biaya operasional listrik yang luar biasa, mencapai 90% dari beban listrik sebelumnya.
Koordinator Sobat Bumi UIR, Fajrio Dwi Rahmalam, menjelaskan bahwa program ini berawal dari potret kesenjangan antara denyut ekonomi yang kuat dari budidaya lele dengan beban listrik yang membengkak.
Integrasi Peningkatan Ekonomi dan Lingkungan
Program “Desa Energi Berdikari” tidak hanya fokus pada aspek energi, tetapi juga melibatkan dua pilar penting lainnya:
1. Pendampingan UMKM (Ekonomi)
Tim mahasiswa memberikan pendampingan komprehensif untuk meningkatkan daya saing produk olahan lele, yang meliputi:
- Peningkatan Kualitas Produk
- Perbaikan Kemasan dan Branding
- Pengurusan Legalitas Usaha
Hasilnya, produk seperti nugget dan kerupuk lele kini tampil lebih profesional dan memiliki potensi pasar yang lebih tinggi.
2. Komitmen Lingkungan (Ekologi)
Sebagai bagian dari komitmen lingkungan dan penguatan identitas desa hijau, Tim Sobat Bumi juga melaksanakan aksi konservasi:
- Penanaman Pohon: Telah ditanam 100 pohon trambesi dan buah-buahan.
- Fungsi Konservasi: Penanaman ini bertujuan untuk menyerap emisi karbon (karbon sink) dan menjaga kelestarian lingkungan Desa Hang Tuah.
Inisiatif terintegrasi ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih dapat menjadi katalisator bagi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Masyarakat Desa Hang Tuah kini tidak hanya menikmati penghematan besar, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap potensi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




