Video

Manusia Membakar Hutan, Monyet Saling Menyelamatkan

Manusia katanya makhluk paling pintar.
Punya akal, teknologi, dan kemampuan mengubah dunia.

Tapi hutan dibakar demi membuka lahan. Ketika api membesar dan asap karhutla menutup langit, justru mereka yang kita sebut “hewan” sibuk menyelamatkan satu sama lain.

Mereka bukan sedang mencari makan.
Mereka sedang berusaha tetap hidup. 😭

Satu bergelantungan di ujung dahan yang rapuh. Satu lagi mengulurkan tangan sekuat tenaga. Di bawah mereka, asap tebal mengepung hutan yang selama ini menjadi rumah mereka.

Mereka tidak mengerti soal izin konsesi.
Tidak tahu soal keuntungan, investasi, atau ekspansi lahan.
Yang mereka tahu hanya satu: jangan biarkan kawannya jatuh.

Ironisnya, kita yang diberi akal justru sering saling melepaskan.

Sementara mereka yang kita sebut hewan memilih saling menggenggam erat agar tak ada yang tertinggal.

Hutan bukan sekadar kumpulan pohon.
Di sana ada rumah. Ada keluarga. Ada kehidupan yang tidak pernah meminta hutannya dibakar.

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan. Ada kehidupan yang ikut berlari, ketakutan, terluka, dan kehilangan rumahnya.

Mungkin sudah waktunya kita bertanya:
siapa sebenarnya yang lebih memahami arti kemanusiaan?

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO