Melihat wisata bahari berbasis konservasi penyu di pulau Salissingan Sulawesi Barat

Mengubah Ancaman Menjadi Peluang: Wisata Bahari Berbasis Konservasi Penyu di Pulau Salissingan, Sulawesi Barat
Degradasi lingkungan dan sumber daya alam, baik oleh faktor alam maupun aktivitas manusia, telah meningkatkan urgensi penetapan kawasan konservasi. Konservasi adalah kunci untuk melindungi keanekaragaman genetik, menjaga sistem ekologi, dan memastikan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Salah satu fokus utama konservasi laut di Indonesia adalah penyu, yang populasinya kian terancam.
Inisiatif Konservasi dan Pariwisata di Kepulauan Balabalakang
Upaya konservasi penyu yang inovatif saat ini sedang diimplementasikan di Pulau Salissingan dan Gusung Durian, yang termasuk dalam wilayah Kepulauan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Inisiatif ini berupa pembentukan kawasan wisata minat khusus berbasis konservasi penyu.
Poin Kunci Progres:
- Dukungan Penuh: Proses ini melibatkan sosialisasi intensif dan diskusi dengan berbagai stakeholders, termasuk masyarakat setempat dan Pemerintah Provinsi. Usulan telah disetujui.
- Delineasi Kawasan: Telah terbentuk peta lokasi, delineasi batas kawasan, dan pemasangan papan informasi.
- Total Area: Luas total kawasan wisata minat khusus yang dipetakan adalah 57,21 Ha, terbagi menjadi:
- Perairan Pulau Salissingan: 27,77 Ha
- Gusung Durian: 29,44 Ha
- Zona Pemanfaatan di Salissingan: Pulau Salissingan sendiri berada dalam zona pemanfaatan kawasan konservasi perairan, yang memang diperuntukkan untuk wisata, budidaya, dan penangkapan bukan perlindungan ketat. Kehadiran penyu akan dimanfaatkan sebagai objek wisata utama.
“Kehadiran penyu di sana bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Karena obyeknya penyu maka kehadiran penyu adalah hal utama dalam pengembangannya ke depan harus dijaga keberadaannya jika ingin dikembangkan,” jelas Prof. Chair Rani, Marine Conservationist dari MPRG Universitas Hasanuddin.
Rincian Lokasi Wisata Pulau Salissingan
Kawasan wisata di perairan Pulau Salissingan dibagi menjadi tiga lokasi spesifik, yang fokus pada pemulihan ekosistem penting:
| Lokasi | Area | Luas (Ha) | Keterangan/Fokus Utama |
| Lokasi A | Selatan Pulau | 18,03 | Area transplantasi terumbu karang. |
| Lokasi B | Selatan Pulau (Garis Batas) | 3,19 | Area perbatasan dengan garis pantai. |
| Lokasi C | Barat Pulau | 6,55 | Area transplantasi lamun (seagrass). |
Proyek Mubadala ID2: Upaya Pemulihan Habitat
Pembentukan kawasan wisata ini merupakan bagian integral dari proyek Mubadala ID2, hasil kerja sama antara Marine Plastic Research Group (MPRG) Universitas Hasanuddin dan Mubadala Foundation, yang berlangsung dari tahun 2021 dan akan berakhir pada 2024.
Tujuan Utama Proyek: Menyediakan habitat yang baik bagi penyu, yang esensial bagi jalur migrasi penting di Indonesia.
Dua Kegiatan Utama:
- Peningkatan persentase tutupan terumbu karang di Pulau Salissingan dan Gusung Durian.
- Peningkatan kepadatan lamun (seagrass) di kedua lokasi.
Penting: “Produktivitas padang lamun memberikan nutrisi bagi terumbu karang, serta sebagai tempat berlindung, pembibitan, dan padang rumput bagi hewan laut, termasuk penyu. Meningkatkan tutupan karang hidup dan lamun merupakan tujuan utama proyek ini,” tutur Prof. Chair.
Dampak dan Keberlanjutan Inisiatif
Setelah proyek berakhir pada tahun 2024, pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
Dampak Positif yang Diharapkan:
- Perlindungan Penyu: Menjaga populasi penyu yang menggunakan area ini sebagai jalur migrasi.
- Ekonomi Masyarakat: Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyewaan perahu, penginapan, toko suvenir, warung makan, dan pemandu wisata.
Tiga Pilar Argumen Perlindungan Penyu
Prof. Chair menggarisbawahi tiga alasan fundamental mengapa penyu harus dilindungi:
- Aspek Hukum: Seluruh jenis penyu di Indonesia dilindungi oleh undang-undang, termasuk UU No.7/1999 dan Permen LHK No.20/2018. Semua jenis penyu juga terdaftar di CITES Appendix I, yang melarang perdagangan internasional untuk tujuan komersial.
- Aspek Ekologis: Penyu adalah penjaga kesehatan ekosistem laut:
- Meningkatkan produktivitas padang lamun (melalui pola makan dan kotorannya).
- Mengendalikan populasi ubur-ubur dan spons.
- Menyediakan habitat (rumah) dan makanan bagi organisme lain yang menempel pada karapasnya.
- Status Populasi: Populasi penyu di Indonesia, termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), berada dalam kategori terancam punah atau bahkan kondisi kritis.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




