Menteri LH soal hujan mikroplastik: jabodetabek buang sampah ditumpuk saja, tak ditutup

Sistem “Dumping” Sampah Jabodetabek Picu Hujan Mikroplastik, KLH Dorong PSEL
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengidentifikasi penyebab utama fenomena hujan mikroplastik di wilayah Jabodetabek. Menurutnya, pencemaran ini bersumber dari praktik pembuangan sampah yang hanya ditumpuk dan tidak ditutup di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebuah sistem yang dikenal sebagai dumping.
Penyebab Hujan Mikroplastik
Menteri Hanif menjelaskan bahwa praktik dumping yang masih dominan di Jabodetabek adalah akar masalahnya.
- Proses Degradasi: Sampah yang ditimbun di TPA dan terpapar panas serta hujan akan terurai menjadi partikel sangat kecil (mikron), yang kemudian disebut mikroplastik.
- Transportasi Udara: Partikel mikron ini dapat terangkat ke udara oleh angin kencang.
- Hujan dan Kontaminasi: Mikroplastik tersebut terbawa angin, terkondensasi, dan turun kembali ke bumi bersama air hujan, mencemari udara dan air perkotaan.
Menteri Hanif menegaskan bahwa masalah utama terletak pada sampah plastik yang tidak ditangani dengan baik dan segera di TPA.
Solusi Jangka Panjang: Waste to Energy (WTE)
Sebagai solusi mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka yang mencemari, pemerintah melalui KLH mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) di sekitar Jakarta.
Target daerah yang diprioritaskan untuk WTE adalah:
- Bekasi
- Tangerang
- Bogor
- Jakarta (Menteri Hanif meminta masalah lahan dan kesiapan proyek di Jakarta segera ditangani karena tingkat pencemaran yang serius).
Menteri Hanif mendesak agar penanganan sampah menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak pencemaran air dan udara yang lebih luas.
Temuan BRIN dan Dampak Kesehatan
Laporan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguatkan pernyataan KLH. Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, memaparkan hasil penelitian sejak 2022 yang menemukan partikel mikroplastik di setiap sampel air hujan di Jakarta.
Asal Mikroplastik (Menurut BRIN):
- Serat sintetis dari pakaian.
- Debu dari kendaraan dan ban.
- Sisa pembakaran plastik.
- Degradasi plastik di ruang terbuka.
Ancaman Kesehatan:
BRIN juga memperingatkan bahwa partikel mikroplastik ini berbahaya karena dapat mengandung bahan kimia aditif beracun, seperti:
- Ftalat
- Bisfenol A (BPA)
- Logam berat
Zat-zat ini berpotensi memicu penyakit kronis dan membahayakan ibu hamil.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




