Berita

Menteri LHK Beberkan 7 Strategi Transformasi untuk Atasi Darurat Sampah

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, memaparkan tujuh poin strategis sebagai kerangka transformasi pengelolaan sampah nasional. Strategi ini dirancang untuk menjawab tantangan darurat sampah yang dihadapi Indonesia.

Paparan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Bersih-bersih se-Dunia (World Cleanup Day) Indonesia 2025 yang berpusat di Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu (21/9/2024).

Berikut adalah ketujuh poin transformasi yang ditekankan oleh Menteri Hanif:

  1. Reformasi Kelembagaan: Pemerintah daerah harus memisahkan peran sebagai regulator (pembuat aturan dan pengawas) dan operator (pelaksana di lapangan). Pemisahan ini dinilai crucial untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif.
  2. Penguatan Layanan Publik: Pengelolaan sampah harus diposisikan sebagai layanan dasar publik yang setara dengan air bersih dan kesehatan.
  3. Peran Gubernur sebagai Regulator Penuh: Gubernur di tingkat provinsi didorong untuk bertindak tegas, termasuk mewajibkan kawasan industri, wisata, dan perniagaan mengelola sampahnya secara mandiri tanpa membebani pemerintah kabupaten/kota.
  4. Penyusunan Rencana Induk yang Bankable: Perlu dibuat rencana induk pengelolaan sampah yang feasible secara pembiayaan untuk mendorong investasi dalam ekonomi sirkular.
  5. Penerapan Skema Pembiayaan Inovatif: Penerapan prinsip polluter pays principle (pencemar membayar) dimana retribusi dibebankan langsung kepada penghasil sampah.
  6. Penegakan Hukum yang Konsisten: Dilakukannya law enforcement secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap setiap pelanggaran peraturan daerah di bidang persampahan.
  7. Peningkatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE): Kampanye masif diperlukan untuk membangun budaya bersih dan sadar sampah di tingkat masyarakat.

Dukungan Partisipasi Publik

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif juga melaporkan keberhasilan aksi World Cleanup Day 2025, dimana 335.000 relawan berhasil mengumpulkan 490 ton sampah di 29 provinsi. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah fondasi sebuah negara maju.

“Tidak ada negara maju yang pengelolaan sampahnya berantakan. Mari kita tinggalkan legasi, kita ubah wajah Indonesia dalam penanganan sampah di seluruh Tanah Air,” pungkasnya.

Sumber Berita:
https://www.antaranews.com/berita/5123065/menteri-lh-beberkan-poin-transformasi-untuk-atasi-persoalan-sampah

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO