Pemkot Bogor Manfaatkan Sampah Alat Peraga Kampanye untuk Konstruksi Paving Block

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengambil langkah inovatif dengan mendaur ulang sampah alat peraga kampanye (APK) menjadi bahan konstruksi, khususnya paving block, di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Mekarwangi, Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan bahwa konsep pengolahan sampah APK ini telah dikaji sejak bulan lalu dan diwujudkan setelah petugas gabungan melakukan penertiban APK sejak Minggu lalu.
“Kami sudah memulai kajian sejak bulan lalu, dan kami menemukan bahwa sampah APK dapat diolah menjadi bahan konstruksi. Daripada dibakar atau ditimbun di tempat pembuangan sampah, lebih baik kami olah,” ujarnya.
TPS3R ini mampu mengolah hingga 600 kilogram sampah plastik setiap harinya. Namun, dalam pengolahan APK menjadi bahan konstruksi, kapasitasnya menjadi 400 kilogram sampah plastik dan 200 kilogram sampah APK, yang akan dijadikan bahan konstruksi.
“Meskipun kapasitasnya terbatas hanya 200 kilogram sehari, kami akan menyalurkan yang tidak bisa diolah ke jejaring kami di titik-titik lain,” jelasnya.
Proses pengolahan dimulai dengan penyortiran sampah APK, kemudian dipindahkan ke ruang utama pengolahan untuk dicacah menjadi biji plastik. APK berbahan flexi seperti baliho atau banner akan disobek secara manual untuk mempermudah proses pencacahan.
Setelah dicacah, sampah APK dicampur dengan sampah plastik dan alumunium, lalu masuk dalam mesin pencetakan bahan konstruksi jenis balok atau papan.
“Sekitar 30 persennya berasal dari sampah visual APK, seperti banner. Ini kemudian diolah menjadi bahan konstruksi seperti balok dan papan,” tambahnya.
Bahan konstruksi yang dihasilkan akan digunakan untuk pembuatan kerangka atau pondasi sumur resapan di Kota Bekasi. Bima Arya juga menegaskan bahwa balok dan papan tersebut dapat dijadikan paving block di masa mendatang.
Keberadaan TPS3R Mekarwangi, yang telah berdiri sejak tahun lalu, merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), WWF, Plastic Smart Cities, Rekan Nusantara Foundation, dan Sumpah Sampah dan Satgas Naturalisasi Ciliwung.
Dengan langkah inovatif ini, Pemkot Bogor tidak hanya mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam pembangunan infrastruktur perkotaan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/3960183/pemkot-bogor-daur-ulang-sampah-apk-jadi-bahan-konstruksi
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




