Praktik Baik

Mitos Bambu Angker Ternyata Cara Leluhur Menjaga Alam, Ini Manfaat Sebenarnya

Anggapan bahwa rumpun bambu adalah sarang jin atau ular sudah lama beredar di masyarakat. Namun, menurut Aki Jatmika Nanggamiharja, kepercayaan tersebut bukan sekadar mitos menakutkan, melainkan bagian dari kearifan lokal untuk melindungi lingkungan.

Pada masa lalu, orang tua sengaja melabeli bambu sebagai tempat yang “angker” agar tidak ditebang sembarangan. Tujuannya sederhana namun penting: menjaga sumber air dan keseimbangan alam yang tersimpan di sekitar rumpun bambu.

Secara ilmiah, bambu memiliki peran besar bagi lingkungan. Satu pohon bambu mampu menghasilkan sekitar 1,2 kilogram oksigen per hari, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pernapasan dua orang.

Tak hanya itu, bambu juga berfungsi sebagai penyimpan air alami, membantu menjaga ketersediaan air tanah, serta menahan erosi dan longsor berkat sistem akarnya yang kuat dan rapat.

Dengan manfaat tersebut, apa yang selama ini dianggap “angker” justru merupakan benteng alami yang melindungi kehidupan manusia—mulai dari menjaga pasokan air hingga mendukung kualitas udara yang lebih baik.

Kisah tentang kearifan lokal dan peran penting bambu ini dapat disimak lebih lengkap dalam serial dokumenter Pelestari: Bambu Is Bamboo.

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO