No K-pop on a dead planet, aksi penggemar K-pop stop pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

Ribuan Penggemar Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Energi Fosil
Komunitas penggemar K-pop global, melalui platform Kpop4Planet, meluncurkan petisi bertajuk “Hana, Bring K-pop Not Coal”. Aksi ini merupakan bentuk protes atas keterlibatan Hana Bank (Korea Selatan) dalam pendanaan proyek nikel berbasis PLTU batu bara di Pulau Obi, Indonesia, yang dinilai bertentangan dengan janji iklim perusahaan.
1. Kontradiksi Komitmen Iklim Hana Bank
Meskipun Hana Financial Group pada tahun 2021 menyatakan komitmen untuk berhenti mendanai proyek batu bara baru, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya:
- Investasi US$ 84 Juta: Pada 2022, Hana Bank mendanai proyek nikel Grup Harita di Pulau Obi.
- Ekspansi PLTU: Proyek tersebut mengoperasikan PLTU batu bara sebesar 1,6 GW dan berencana melakukan ekspansi hingga lebih dari 4 GW.
- Tudingan Greenwashing: Penggemar menilai Hana Bank menggunakan kolaborasi dengan idol ternama (seperti G-Dragon Bigbang dan An Yujin IVE) sebagai alat pencitraan, sementara secara finansial tetap mendukung industri beremisi tinggi.
2. Dampak Lingkungan yang Signifikan
Berdasarkan data dari Market Forces, keterlibatan Hana Bank dalam pendanaan nikel di Pulau Obi membawa dampak lingkungan yang terukur:
- Lonjakan Emisi: Emisi karbon Grup Harita meningkat hampir tiga kali lipat, dari 3,74 megaton (2022) menjadi 10,87 megaton (2024).
- Skala Polusi: Jumlah emisi tersebut setara dengan 1% total emisi Indonesia atau sebanding dengan mengoperasikan 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama satu tahun penuh.
3. Gerakan Penggemar: Dari Surat Terbuka ke Petisi
Aksi protes ini berkembang secara sistematis sebagai bentuk kekecewaan komunitas K-pop:
- Februari 2026: Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar (termasuk komunitas My Day dan Jars Social Project) mengirimkan surat terbuka ke kantor Hana Bank di Seoul.
- Jawaban Normatif: Hana Bank hanya memberikan respons samar tanpa rencana konkret (exit plan) untuk keluar dari pendanaan energi fosil.
- Mobilisasi Massa: Sebagai respons, petisi diluncurkan dalam acara “No K-pop on a Dead Planet” di Jakarta. Hingga kini, lebih dari 1.000 penggemar telah menandatangani desakan agar bank segera memutus aliran dana ke perusahaan yang bergantung pada PLTU batu bara.
4. Pergeseran Paradigma Penggemar K-pop
Kasus ini menunjukkan pergeseran peran basis penggemar K-pop di Indonesia. Dari sekadar penikmat musik menjadi kekuatan aktivisme sosial yang mampu:
- Melakukan pengawasan terhadap kebijakan institusi keuangan global.
- Mengkaitkan konsumsi produk perbankan dengan dampak kerusakan lingkungan lokal.
- Menuntut akuntabilitas dari brand yang berkolaborasi dengan idola mereka.
Penggemar menegaskan bahwa tidak ada musik (K-pop) di planet yang mati. Mereka menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manajemen risiko yang naif tanpa bukti dekarbonisasi yang transparan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




