Berita

Peluang Kerja di Balik Bioekonomi

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menghadirkan pembaruan signifikan dengan memasukkan sektor bioekonomi sebagai salah satu agenda transformasi ekonomi nasional. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN/Bappenas) menekankan bahwa bioekonomi adalah model pemanfaatan sumber daya dan proses hayati secara berkelanjutan. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah menghasilkan barang dan jasa bernilai tinggi yang mendukung pelestarian lingkungan alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, bioekonomi bertujuan untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan sejalan dengan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah juga berharap sektor ini mampu membuka lebih banyak peluang kerja guna mengatasi pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 4,91 persen, turun 0,41 persen dibandingkan Agustus 2023.

Namun, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja masih cenderung stagnan akibat mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi di berbagai sektor pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah harus terus berupaya membuka lapangan kerja baru. Bioekonomi dianggap sebagai solusi potensial karena menawarkan peluang pekerjaan hijau (green jobs) yang mendukung pengurangan emisi karbon dan tata kelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pekerjaan hijau dapat ditemukan di berbagai sektor, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), konservasi hutan, pengelolaan limbah, pariwisata, manufaktur, serta pertanian. Pekerjaan ini tidak hanya membantu mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga mendukung diversifikasi dan ketahanan ekonomi nasional.

Potensi green jobs di Indonesia cukup besar. Berdasarkan Green Economy Index yang dirilis oleh Bappenas pada tahun 2021, bioekonomi diproyeksikan dapat menciptakan 1,8 juta lapangan kerja baru pada tahun 2030. Di tingkat regional ASEAN, angka tersebut bahkan diperkirakan mencapai 30 juta pekerjaan baru pada periode yang sama.

Studi dari Institute Essential for Services Reform (IESR) menunjukkan bahwa lapangan kerja baru yang tercipta melalui transisi bioekonomi mampu secara signifikan mengurangi tingkat pengangguran. Lapangan kerja yang lahir dari sektor bioekonomi bahkan diprediksi lebih besar dibandingkan sektor-sektor lain yang cenderung mengalami penurunan akibat perkembangan era digital.

Sumber berita: Kompas.com.

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO