Pemkab OKU Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif untuk Tingkatkan PAD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu mulai mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan pihaknya mengadopsi sistem pengolahan sampah modern yang diterapkan di RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang untuk diterapkan di wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.
“Kunjungan kami ke RDF Plant Jakarta atau Saringan Sampah TB Simatupang pada Jumat (22/5) merupakan tindak lanjut kerja sama dengan PT Asiana Technologies Lestary untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di sana,” ujar Teddy di Baturaja, Minggu.
Teknologi RDF Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Industri
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab OKU mempelajari sistem kerja teknologi RDF yang mampu mengolah sampah landfill menjadi bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk kebutuhan industri semen.
Teknologi RDF dinilai menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan sampah modern karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Menurut Teddy, teknologi tersebut memiliki keunggulan karena dapat beroperasi tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun biaya pengolahan sampah atau tipping fee.
Pengolahan Sampah RDF Berpotensi Tambah PAD Kabupaten OKU
Selain membantu mengatasi persoalan sampah, proyek RDF di Kabupaten OKU juga diproyeksikan mampu memberikan sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah.
Skema kerja sama yang ditawarkan memungkinkan perusahaan pengelola menyewa lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemerintah daerah. Sistem ini dinilai dapat membuka peluang peningkatan PAD tanpa membebani anggaran daerah.
“Perusahaan akan menyewa lahan di kawasan TPA yang disediakan pemerintah kabupaten sehingga bisa menjadi sumber PAD baru,” jelas Teddy.
Pemerintah Kabupaten OKU menargetkan implementasi teknologi RDF mulai dilakukan tahun ini di area TPA yang telah disiapkan.
Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Sumsel
Penerapan teknologi RDF di Kabupaten OKU diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus memenuhi kebutuhan industri terhadap bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Selama ini pengelolaan sampah di daerah masih dilakukan secara konvensional dan dinilai membebani anggaran pemerintah daerah. Karena itu, teknologi RDF dianggap sebagai solusi efektif dan berkelanjutan.
“Teknologi RDF ini menjadi solusi tepat karena selain volume sampah berkurang, daerah juga mendapatkan pemasukan dari sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD,” kata Teddy Meilwansyah.
Langkah Pemkab OKU ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah modern di Sumatera Selatan yang mendukung pengembangan energi alternatif berbasis limbah dan ekonomi sirkular di Indonesia.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




