Pemkot Medan Bangun TPS3R untuk Tekan Volume Sampah Menuju TPA

Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan sampah dengan membangun Tempat Pengelolaan Sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sebelum dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, mengatakan pembangunan TPS3R merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks di kota berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa tersebut.
“Permasalahan lingkungan ini menjadi prioritas kami. Tadi saya sudah instruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan upaya jangka pendek dalam mengatasi masalah sampah yang kita hadapi,” ujar Rico Waas saat meninjau TPA Terjun di Medan, Senin (8/9).
Volume Sampah Capai 1.700 Ton per Hari
Menurutnya, beban sampah di Kota Medan saat ini cukup besar. Pembuangan sampah langsung ke TPA bisa mencapai 1.700 ton per hari. Kondisi ini membuat kapasitas TPA semakin terbatas dan mempercepat penumpukan.
Dengan adanya TPS3R, sampah akan dikelola terlebih dahulu di titik pengolahan sebelum masuk ke TPA. Proses yang dilakukan meliputi pemilahan, pengolahan, hingga daur ulang sehingga hanya residu sampah yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi yang dikirim ke TPA.
“Kami akan coba kurangi beban TPA dengan sistem reduksi di tengah kota. Harapannya, jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Dorong Bank Sampah di Lingkungan
Selain pembangunan TPS3R, Wali Kota Rico juga mendorong setiap lingkungan di Medan membentuk bank sampah. Bank sampah ini nantinya akan diintegrasikan dengan TPS3R agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang aktif memilah dan mengumpulkan sampah.
“Bank sampah bisa menjadi gerakan kolektif masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah. Dengan bekerja sama dengan TPS3R, proses daur ulang akan lebih terkoordinasi,” katanya.
Jangka Panjang: Dari PSEL hingga Sanitary Landfill
Pemkot Medan juga tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Teknologi ini diharapkan bisa menjadi solusi modern sekaligus memberikan manfaat tambahan berupa pasokan energi ramah lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah kota juga menyiapkan rencana jangka panjang dalam pengelolaan TPA. Sistem sanitary landfill akan dipersiapkan untuk menggantikan pola pembuangan terbuka yang berisiko menimbulkan pencemaran dan masalah kesehatan.
“Tujuan akhirnya memang ke arah sana, yakni sistem sanitary landfill yang lebih modern. Tetapi teknologinya harus kita siapkan dengan matang sejak sekarang,” ujar Rico.
Melalui kombinasi strategi jangka pendek dan jangka panjang ini, Pemkot Medan optimistis dapat mengurangi timbunan sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut berperan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




