Majalah

PERCIK: Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Tak terasa kita telah memasuki tahun 2009, dan PERCIK kali ini hadir di hadapan pembaca dengan bentuk yang sedikit berbeda dari biasanya. Edisi kali ini memang edisi khusus dengan tema utama Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM). Hal ini sengaja kami rancang terkait dengan upaya kita untuk mulai memberi perhatian lebih besar terhadap pengelolaan sampah, khususnya berbasis masyarakat.

Disadari sepenuhnya bahwa pengelolaan sampah saat ini telah mulai mendapat perhatian pemerintah, setidaknya dari telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, ditambah pula dengan dicanangkannya tanggal 21 Februari setiap tahun sebagai Hari Peduli Sampah. Menggunakan momentum inilah kemudian PERCIK edisi khusus ini diterbitkan.

Berangkat dari keinginan untuk menarik perhatian banyak pihak, beragam informasi terkait PSBM kami sajikan. Mulai dari filosofi pemberdayaan masyarakat, konsep PSBM, contoh praktik unggulan PSBM baik di mancanegara maupun dalam negeri, serta wawancara dengan para tokoh mulai dari wali kota, artis, LSM, pihak swasta, hingga masyarakat sendiri.

Keinginan kami untuk menyajikan informasi selengkap mungkin terkait PSBM mendorong kami untuk menampilkan inovasi teknologi, beragam regulasi mulai dari undang-undang hingga peraturan daerah, serta berbagai referensi pustaka baik dalam bentuk buku, CD, maupun situs web dalam edisi ini.

Dari berbagai hasil wawancara dengan para tokoh dan cerita tentang praktik unggulan, seharusnya pengelolaan sampah di Indonesia bukan merupakan masalah. Telah banyak contoh keberhasilan, baik di skala kota seperti Kota Surabaya dan Kota Tarakan, maupun di skala komunitas seperti Bu Bambang Harini di Cilandak. Bahkan di institusi pendidikan seperti Pusdakota di Surabaya maupun SMUN 34 di Jakarta telah membuktikan efektivitas pendekatan PSBM.

Kontribusi pendanaan juga semakin beragam, tidak lagi hanya dari pemerintah, tetapi mulai merambah sumber dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta seperti Unilever Peduli dan Danamon Peduli, hingga kontribusi dari masyarakat sendiri. Namun, dalam kenyataannya, pengelolaan sampah masih terlihat pelik. Komunikasi antar-pelaku masih kurang terjalin, sehingga keberhasilan di satu tempat belum dapat dengan mudah diketahui oleh pelaku di tempat lain. Upaya kami dalam edisi ini mudah-mudahan bisa menjadi pemicu terjalinnya komunikasi yang lebih baik di antara para pelaku.

Selain tema, ada hal baru dalam edisi kali ini. Penerbitan majalah PERCIK mulai edisi ini kami upayakan agar tidak lagi hanya memanfaatkan sumber dana pemerintah. Hal ini dapat terlaksana karena adanya peluang kerja sama dengan mitra di luar pemerintah. Kali ini kami bermitra dengan banyak pihak, yaitu IDRC/CRDI, BORDA, LPTP, BALIFOKUS, dan BEST.

Tentunya kita semua pernah mendengar tentang SANIMAS, yang merupakan salah satu proyek hasil kerja sama Departemen Pekerjaan Umum dengan BORDA, BALIFOKUS, BEST, dan LPTP. Kemitraan ini perlu disambut dengan gembira karena menunjukkan bahwa pembangunan AMPL sudah menjadi kepedulian semua pihak. Selain itu, kerja sama ini juga menegaskan bahwa pembangunan AMPL tidak selalu berarti pembangunan fisik, tetapi juga dapat menyentuh aspek lain yang sama pentingnya, seperti komunikasi.

Mudah-mudahan pembaruan yang kami coba lakukan ini akan semakin meningkatkan mutu majalah kita. Tidak ada hal yang lebih menggembirakan selain menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Akhir kata, selamat menikmati!

Source:

https://dml.or.id/wp-content/uploads/2025/02/PERCIK_Edisi_Khusus_Media_Informasi_Air.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO