PT IWIP & HARITA NICKEL SPONSOR COP 30: Ketika Perusak Lingkungan di Maluku Utara Memoles Citra di Panggung Iklim Dunia

Di balik jargon dan kilau “pembangunan hijau” yang dipamerkan, masyarakat adat, nelayan, dan komunitas pesisir menghadapi kenyataan jauh lebih kelam: hilangnya tanah dan ruang hidup, rusaknya sumber air, pencemaran debu dan limbah, serta lenyapnya ritme hidup adat yang selama ratusan tahun menjaga lingkungan lebih baik daripada industri apa pun.
Namun suara mereka terdengar paling lirih di gedung pertemuan yang disponsori korporasi besar. Seakan-akan masa depan bumi bisa dinegosiasikan tanpa memasukkan mereka yang menjadi penjaga pertamanya.
Dengan demikian maka, apa yang tampak di COP itu, pantas disebutkan sebagai Kolonialisme hijau.
https://www.instagram.com/p/DRPJy2vk43a/?igsh=d244Y3AzcmcwM3Zt
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




