Aliran Listrik Panas Bumi Menghidupkan Kampung Adat Cako Hingga Mano

Selama bertahun-tahun, masyarakat adat di tiga kampung tersebut hidup dalam kegelapan. Mereka mengandalkan lampu minyak yang berbahaya dan generator berbahan bakar bensin yang mahal dan bising. Namun, pada 20 September 2024, PLN berhasil mengalirkan listrik dari PLTP Ulumbu ke kampung-kampung terpencil ini!
Hendrikus Epol, seorang warga Cako, menceritakan masa-masa sulit sebelum listrik masuk. Mereka harus menggunakan obor untuk mengunjungi tetangga di malam hari. Bahkan, Hendrikus pernah mengalami kebakaran rumah akibat lampu minyak. “Bagi yang punya uang, mereka mampu beli diesel; tapi bagi kami yang tidak mampu, kami hanya bakar pakai lampu minyak,” kenangnya.
Kini, masyarakat adat dapat menikmati listrik 24 jam untuk penerangan, hiburan, dan aktivitas lainnya. Petrus Warut, tetua di Gendang Mano, mengungkapkan rasa syukurnya, “Lampu langsung terang, tidak usah capek-capek putar [rotor generator dengan menarik tali starter]. Karena kami orang tua, tidak bisa putar. Capek.”
PLTP Ulumbu, yang beroperasi sejak 2012, memanfaatkan potensi panas bumi yang melimpah di Pulau Flores. Energi ini terbarukan, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




