Ribuan Teba Modern di Seluruh Denpasar Akan ‘Gantikan’ TPA Suwung

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar akan ditutup secara total pada akhir tahun 2025. Masyarakat diminta untuk mengelola sendiri sampah organik yang mereka hasilkan. Sebagai alternatif, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan ribuan titik teba modern untuk menggantikan peran TPA Suwung.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa Denpasar akan membangun 4.700 teba modern untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Denpasar dan Badung akan ditambah melalui APBD Perubahan, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan difungsikan kembali.
4.700 Teba Modern Baru Tangani 500 Ton Sampah
Meskipun demikian, Koster menyebutkan bahwa langkah ini baru dapat mengatasi sekitar 500 ton sampah per hari, sementara total sampah di Bali mencapai ribuan ton. Untuk menangani volume sampah yang besar, terutama dari Denpasar dan kawasan Kuta, diperlukan teknologi insinerator.
Pemasangan insinerator akan dilakukan setelah revisi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Lingkungan diterbitkan. Anggaran pembangunan insinerator diperkirakan mencapai Rp 2 triliun dan akan menggunakan skema investasi, dengan syarat pemerintah daerah menyiapkan lahan minimal 5 hektare.
Target 5.000 Teba Modern di Denpasar
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menargetkan pembangunan 5.000 titik teba modern dalam Perubahan APBD 2025. Pembangunan akan menyasar fasilitas umum seperti sekolah swasta, banjar, pura, dan lapangan.
Saat ini, TPA Suwung masih menerima sampah anorganik, sementara sampah organik akan diolah melalui teba modern, TPS3R, dan Pusat Daur Ulang (PDU).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Denpasar, I Wayan Budha, menambahkan bahwa perubahan APBD 2025 akan memberikan tambahan Bantuan Hibah Pemerintah Kota (BHPR) minimal Rp 1 miliar untuk setiap desa. Dana ini diprioritaskan untuk pengelolaan sampah, termasuk pembuatan teba modern dan komposter.
Adaptasi Masyarakat dan Tantangan
Gubernur Koster mengakui bahwa masih ada warga yang membuang sampah ke sungai sebagai dampak penutupan TPA Suwung. Namun, ia yakin perlahan-lahan masyarakat akan beradaptasi dengan sistem pengelolaan sampah yang baru.
TPA Suwung Akan Dijadikan Taman Kota
Setelah penutupan, Gubernur Koster berencana mengubah TPA Suwung menjadi taman kota pada tahun 2027. Rencana ini dimulai dengan penutupan TPA pada akhir 2025, diikuti proses pembangunan insinerator dan penataan lahan.
Koster menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk membangun mal di lahan TPA Suwung. Sebaliknya, kawasan tersebut akan ditata menjadi ruang hijau yang dikelola bersama oleh pemerintah provinsi.
Targetnya, permasalahan TPA Suwung akan tuntas sebelum masa jabatan Gubernur Koster berakhir pada periode kedua.
Sumber:
detikBali – Ribuan Teba Modern di Seluruh Denpasar Akan ‘Gantikan’ TPA Suwung
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




