Berita

Sungai Ciujung Kembali Menghitam, DLHK Banten Selidiki Tiga Dugaan Utama Penyebab Pencemaran

Kondisi Sungai Ciujung di Kabupaten Serang kembali menjadi sorotan setelah air sungai berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Menyikapi keluhan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap sumber pencemaran serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, menjelaskan bahwa pencemaran di Sungai Ciujung merupakan persoalan yang bersifat kumulatif. Oleh karena itu, tim tidak hanya melakukan inspeksi lapangan, tetapi juga mempersiapkan analisis menyeluruh sebelum turun ke lokasi pada pekan depan.

“Kasus di sungai ini bersifat kumulatif. Karena itu, sebelum turun ke lapangan kami sedang mendalami tiga fokus investigasi untuk memastikan akar persoalannya,” ujar Wawan.

Tiga Fokus Investigasi DLHK Banten

Untuk mengidentifikasi penyebab utama pencemaran, DLHK Banten memusatkan penyelidikan pada tiga aspek penting berikut:

1. Analisis Kualitas Air

Tim akan mengkaji kembali hasil pengujian kualitas air Sungai Ciujung pada periode 2024–2025, khususnya terhadap parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa kedua parameter tersebut berada pada tingkat yang sangat tinggi dan diduga telah melampaui baku mutu lingkungan.

Tingginya nilai BOD dan COD mengindikasikan besarnya kandungan bahan organik maupun zat pencemar di dalam air, yang dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dan mengancam kehidupan biota sungai.

2. Penelusuran Sumber Pencemaran

DLHK juga melakukan pemetaan untuk mengetahui kontribusi masing-masing sumber pencemar. Investigasi difokuskan pada identifikasi proporsi limbah yang berasal dari aktivitas domestik (rumah tangga) dibandingkan dengan limbah dari kawasan industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat dalam penegakan hukum maupun penyusunan strategi pengendalian pencemaran.

3. Kajian Debit Air dan Sedimentasi

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kondisi hidrologi Sungai Ciujung. Tim akan meneliti debit air, pola aliran, serta tingkat sedimentasi. DLHK menduga rendahnya debit air menyebabkan proses flushing atau pembilasan alami tidak berjalan optimal, sehingga limbah terus mengendap dan memperburuk kualitas air sungai.

Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Selain melakukan investigasi teknis, DLHK Banten mengajak masyarakat yang terdampak untuk segera menyampaikan laporan resmi apabila menemukan dugaan pencemaran.

Menurut Wawan, laporan masyarakat menjadi informasi penting yang dapat memperkuat proses penanganan administrasi maupun penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan.

Menjaga Sungai, Menjaga Kehidupan

Sungai Ciujung merupakan salah satu sumber daya air penting bagi masyarakat di Kabupaten Serang. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sungai ini juga menopang sektor pertanian, perikanan, dan ekosistem di sekitarnya.

Kasus pencemaran yang terus berulang menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas di sepanjang daerah aliran sungai, peningkatan kepatuhan industri terhadap pengelolaan limbah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memulihkan kesehatan Sungai Ciujung dan mencegah pencemaran serupa terjadi kembali.

https://www.antaranews.com/berita/5617860/dlhk-banten-investigasi-pencemaran-sungai-ciujung

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO