Berita

Tanaman Menahun Dinilai Bisa Jadi Solusi Krisis Iklim dan Ketahanan Pangan Global

Perubahan iklim semakin mengancam berbagai aspek kehidupan modern, mulai dari ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun upaya adaptasi global terhadap perubahan iklim masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait ketimpangan dalam sistem pangan dan pertanian.

Seorang profesor di Program Studi Lingkungan di University of California, Santa Barbara, Liz Carlisle, mengungkapkan bahwa salah satu solusi yang menjanjikan untuk menghadapi krisis iklim dan pangan adalah dengan memanfaatkan tanaman menahun atau perennial crops.

Gagasan tersebut ia tuangkan dalam bukunya berjudul Living Roots: The Promise of Perennial Foods. Dalam buku tersebut, Carlisle menjelaskan bahwa tanaman menahun memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat dunia beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Saya mulai mendalami pangan dari tanaman menahun karena melihatnya sebagai solusi yang sangat menjanjikan untuk membantu kita mengatasi tantangan besar ini secara bersama,” ujar Carlisle.

Tanaman yang Tumbuh Kembali Setiap Tahun

Tanaman menahun adalah jenis tanaman yang dapat hidup lebih dari dua tahun. Berbeda dengan tanaman pangan semusim seperti padi, jagung, atau kedelai yang harus ditanam ulang setiap musim, tanaman menahun dapat tumbuh kembali secara alami dari tahun ke tahun tanpa perlu ditanam ulang.

Banyak tanaman menahun sebenarnya sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari, seperti buah-buahan dan kacang-kacangan yang berasal dari pohon atau semak. Tanaman tersebut dapat berbuah secara rutin setiap tahun tanpa memerlukan proses pembajakan atau penanaman ulang seperti tanaman semusim.

Lebih Ramah Lingkungan

Menurut Carlisle, tanaman menahun mengalokasikan lebih banyak energi untuk membangun sistem akar yang kuat dan dalam. Hal ini membuat tanaman tersebut lebih tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan sekaligus mampu bertahan lebih lama.

Selain menghasilkan pangan secara berkelanjutan, sistem pertanian berbasis tanaman menahun juga dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Saat ini, sistem pertanian dan pangan industri global diperkirakan menghasilkan sekitar 16 hingga 17 miliar metrik ton karbon setiap tahun, atau sekitar seperempat hingga sepertiga dari total emisi karbon global.

Dengan karakteristiknya yang lebih stabil dan tahan lama, tanaman menahun dapat membantu mengurangi tekanan terhadap tanah, meningkatkan kesuburan lahan, serta memperkuat ketahanan ekosistem pertanian.

Bukan Menggantikan Tanaman Semusim

Meski demikian, Carlisle menegaskan bahwa tanaman menahun bukan berarti harus menggantikan sepenuhnya tanaman pangan semusim.

Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah menyeimbangkan kembali sistem pertanian, karena selama ini praktik pertanian modern cenderung terlalu bergantung pada tanaman semusim.

“Tentu saja saya tidak mengatakan kita harus menghilangkan tanaman semusim sebagai sumber pangan. Namun jika melihat ekosistem alami, terlihat bahwa cara kita bertani sering kali terlalu mengandalkan tanaman semusim yang tidak setangguh sistem yang bekerja di alam,” jelasnya.

Selain menjadi sumber pangan, ekosistem yang didukung oleh tanaman menahun juga mampu memberikan ketahanan ekologis yang lebih baik, mulai dari menjaga kesuburan tanah hingga mendukung keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Pendekatan ini dinilai dapat menjadi bagian penting dari strategi global untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

https://lestari.kompas.com/read/2026/03/10/141700586/tanaman-menahun-bisa-jadi-solusi-krisis-iklim-dan-pangan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO