Berita

Observasi Laut Dapat Bantu Kembangkan Ekonomi Biru RI

Sistem observasi laut atau Ocean Observing System (OOS) dan variabel laut esensial atau Essential Ocean Variable (EOV) menjadi elemen penting dalam mendukung keberlanjutan ekonomi pesisir serta pengelolaan sumber daya laut yang adaptif terhadap dampak perubahan iklim. Peneliti Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), A’an Johan Wahyudi, menegaskan bahwa sistem ini menyediakan data yang menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor, seperti perikanan, pariwisata, dan perlindungan pantai.

OOS dan EOV: Pilar Strategi Ekonomi Biru

Dalam sesi diskusi bertajuk East Asian Summit Workshop on Developing Coastal Economy di acara The 8th China-Southeast Asian Countries Marine Cooperation Forum, Johan menjelaskan bahwa integrasi variabel laut esensial (EOV) ke dalam strategi ekonomi biru sangat penting untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim.

“Dengan data yang akurat, nelayan dapat menentukan lokasi penangkapan ikan yang lebih produktif, pelaku pariwisata dapat mengantisipasi perubahan kondisi laut, dan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk melindungi ekosistem laut,” jelas Johan.

EOV dalam Konservasi Ekosistem Laut

EOV memungkinkan pengumpulan data tentang berbagai parameter laut, seperti tingkat keasaman air laut, suhu permukaan laut, dan pola arus. Informasi ini membantu memahami kondisi laut secara mendalam, yang pada gilirannya memandu langkah-langkah konservasi yang diperlukan.

Sebagai contoh, dengan mengetahui tingkat keasaman air laut, dampaknya terhadap terumbu karang dapat diprediksi sehingga tindakan perlindungan dapat segera diambil. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama karena ekosistem ini berperan besar dalam mendukung keanekaragaman hayati serta kehidupan masyarakat pesisir.

Tantangan dan Kolaborasi untuk Mengembangkan EOV

Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan EOV masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan teknologi dan pendanaan. Johan menekankan bahwa pengembangan dan pemanfaatan EOV membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan lembaga penelitian.

“Dukungan kebijakan yang mendorong pengembangan teknologi EOV, investasi sektor swasta, serta sinergi berbagai pihak sangat diperlukan untuk membangun sistem observasi laut yang komprehensif,” ujarnya.

Selain itu, Johan menyebutkan pentingnya investasi dalam aplikasi berbasis data EOV untuk memastikan implementasinya yang lebih luas. Dengan dukungan ini, EOV diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan, memperkuat sektor perikanan, pariwisata, dan perlindungan pantai, serta membantu mengatasi tantangan perubahan iklim.

Potensi Ekonomi Biru Indonesia

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut yang melimpah, memiliki peluang besar untuk membangun ekonomi biru yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi OOS dan EOV. Dengan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan, Indonesia dapat memimpin dalam pengelolaan sumber daya laut yang adaptif dan tanggap terhadap perubahan iklim.

Pemanfaatan EOV tidak hanya menjawab tantangan degradasi lingkungan laut, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan di mana ekosistem laut tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Sumber:

https://lestari.kompas.com/read/2024/11/29/130100486/observasi-laut-bisa-bantu-kembangkan-ekonomi-biru-ri

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO