Terinspirasi Thailand & Austria, warga Cimahi bangun rumah impian dari tanah

Inovasi Rumah Tanah di Cimahi: Solusi Hunian Kokoh, Murah, dan Ramah Lingkungan
Di tengah tren hunian modern berbahan beton, Misbah Dwiyanto, seorang warga Cimahi, Jawa Barat, melakukan terobosan unik. Terinspirasi dari arsitektur tradisional di Thailand dan Austria, ia membangun rumah impian keluarga dengan material utama yang berasal langsung dari alam: tanah dan bambu.
Langkah ini membuktikan bahwa estetika dan kekokohan bangunan tidak selalu bergantung pada material pabrikan yang mahal.
1. Inspirasi dari Kebun Mancanegara
Ide ini lahir dari hobi berkebun yang membawa Misbah melakukan perjalanan ke luar negeri. Di Thailand dan Austria, ia menemukan fakta menarik bahwa banyak hunian di area perkebunan dibangun menggunakan tanah.
Ia kemudian melakukan eksperimen mandiri dengan membangun struktur uji coba berukuran 3×5 meter menggunakan tanah dari kebunnya sendiri. Ketangguhan material ini teruji secara ekstrem saat bangunan eksperimental tersebut diterjang banjir namun tetap berdiri kokoh tanpa kerusakan struktur.
2. Spesifikasi Material dan Teknik Konstruksi
Misbah menggabungkan kearifan lokal dengan teknik earth building untuk memastikan rumah dua lantainya aman dan nyaman. Berikut adalah rincian material yang digunakan:
- Dinding (Cob/Earth Walls): Campuran tanah, jerami, dan pasir. Ketiga bahan ini diinjak manual selama 15 menit hingga homogen sebelum ditempelkan pada rangka. Komposisi ini diklaim membuat dinding kokoh dan meminimalisir risiko retak.
- Struktur Rangka: Menggunakan bambu yang telah melalui proses perendaman untuk menghilangkan kadar gula agar tahan rayap.
- Fondasi dan Kaki Rumah: Karena bangunan memiliki dua lantai, bagian kaki-kaki tetap menggunakan beton dan semen demi keamanan struktural.
- Lantai Kamar (Waterproof): Lantai dilapisi tanah yang difinishing dengan linseed oil. Teknik ini menghasilkan tampilan satin yang indah, kedap air (waterproof), serta dapat disapu dan dipel seperti lantai keramik.
3. Keunggulan Rumah Tanah Cimahi
Membangun dengan material alam memberikan beberapa keuntungan signifikan bagi keluarga Misbah:
| Aspek | Keunggulan |
| Efisiensi Biaya | Jauh lebih murah dibandingkan material beton/bata konvensional. |
| Kenyamanan | Suasana ruang lebih sejuk dan alami karena sifat termal tanah. |
| Daya Tahan | Material tanah yang diolah dengan benar terbukti tahan terhadap banjir. |
| Ekologis | Memanfaatkan material lokal (tanah kebun) dan meminimalisir jejak karbon. |
4. Tantangan dalam Pengerjaan
Proyek yang dimulai pada September 2024 ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk rampung. Menurut Misbah, durasi pengerjaan yang lama bukan disebabkan oleh kerumitan material, melainkan karena keterbatasan tenaga kerja.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama kerabat dan rekan relawan (volunteer), sehingga progres pengerjaan bergantung pada ketersediaan waktu para pembantu tersebut.
Misbah tetap bersikap realistis dalam konstruksi. Untuk area basah seperti kamar mandi, ia memilih tidak menggunakan tanah dan bambu guna menghindari risiko pelapukan akibat kelembapan tinggi yang terus-menerus.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




