Wamenhut: Perdagangan Karbon Jadi Alternatif Pendanaan Pengelolaan Taman Nasional

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menyatakan pemerintah tengah mendorong berbagai skema pendanaan alternatif untuk mendukung pengelolaan taman nasional di Indonesia, salah satunya melalui perdagangan karbon.
Hal tersebut disampaikan Rohmat usai menghadiri upacara Hari Bakti Rimbawan ke-43 di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan bahwa saat ini 57 taman nasional di Indonesia masih dikelola menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena perannya yang sangat penting sebagai kawasan konservasi bagi flora dan fauna yang dilindungi serta penyangga keseimbangan ekologi.
Namun ke depan, pemerintah berupaya mengembangkan sumber pembiayaan baru agar pengelolaan taman nasional tidak hanya bergantung pada APBN.
“Kita membutuhkan penggalangan pendanaan alternatif, tidak hanya dari APBN, tetapi juga dari sumber lain, termasuk pendanaan internasional melalui skema perdagangan karbon,” kata Rohmat Marzuki.
Menurutnya, salah satu skema yang berpotensi dimanfaatkan adalah ARR (Afforestation, Reforestation, and Revegetation) yang berkaitan dengan kegiatan penanaman hutan baru, pemulihan hutan, dan revegetasi kawasan yang rusak.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni telah mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional pada Kamis (12/3).
Satgas tersebut diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo dan didukung oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta ekonom Mari Elka Pangestu.
Melalui pembentukan satgas ini, pemerintah ingin menghadirkan pendekatan baru dalam pembiayaan dan pengelolaan taman nasional. Tujuannya agar kawasan konservasi tidak hanya berfungsi menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan menyiapkan sejumlah proyek percontohan pengelolaan taman nasional, salah satunya di kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Program tersebut juga diharapkan dapat membantu mengatasi konflik antara manusia dan gajah yang selama ini terjadi di sekitar kawasan taman nasional, antara lain melalui pembangunan pagar atau kanal pembatas, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi sekaligus menghadirkan model pengelolaan taman nasional yang lebih berkelanjutan dan inovatif dari sisi pendanaan.
https://chatgpt.com/c/69b8735f-e660-8323-8228-0c9afc48d42f
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




