Berita

WFH Bukan Solusi Utama: Saatnya Indonesia Serius Benahi Ketahanan Energi

Kebijakan work from home (WFH) kembali mencuat sebagai salah satu langkah cepat untuk meredam dampak kenaikan harga energi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Di tengah ketidakpastian global, opsi ini dinilai cukup rasional untuk menekan konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi harian.

Pengamat kebijakan publik, Harryadin Mahardika, menilai bahwa penerapan WFH—even jika hanya satu hari dalam sepekan—dapat memberikan dampak langsung terhadap pengurangan penggunaan BBM. Dengan berkurangnya mobilitas pekerja, konsumsi energi di sektor transportasi otomatis ikut menurun.

“WFH sehari bisa menjadi solusi sementara untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dan gas akibat konflik global,” ujarnya.

Solusi Cepat, Tapi Bukan Jawaban Jangka Panjang

Meski terlihat efektif dalam jangka pendek, kebijakan WFH sejatinya hanya bersifat reaktif. Ia tidak menyentuh akar persoalan utama, yaitu ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang sangat rentan terhadap fluktuasi geopolitik global.

Ketika harga minyak dunia bergejolak akibat konflik atau krisis internasional, dampaknya langsung terasa hingga ke dalam negeri. Dalam kondisi seperti ini, solusi sementara seperti WFH memang membantu, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi strategi jangka panjang.

Menurut Harryadin, pemerintah perlu bergerak lebih jauh dengan mempercepat agenda transisi energi. Ini mencakup pengembangan energi terbarukan, transformasi sektor pembangkit listrik, hingga percepatan adopsi kendaraan listrik.

Kelompok Rentan Paling Terdampak

Kenaikan harga energi tidak berdampak merata. Kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah menjadi pihak yang paling rentan terkena imbasnya. Biaya transportasi yang meningkat dan harga kebutuhan pokok yang ikut terdongkrak bisa mempersempit ruang ekonomi mereka.

Karena itu, kebijakan perlindungan sosial harus dirancang lebih tepat sasaran. Tidak cukup hanya dengan subsidi umum, tetapi perlu diarahkan pada solusi yang benar-benar bisa meringankan beban masyarakat secara langsung.

Subsidi Kendaraan Listrik: Solusi Lebih Tepat?

Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah memperluas subsidi kendaraan listrik, khususnya roda dua. Dibandingkan mobil listrik, motor listrik dinilai lebih terjangkau dan relevan dengan kebutuhan mayoritas masyarakat Indonesia.

Dengan biaya operasional yang lebih rendah, kendaraan listrik roda dua dapat menjadi alternatif nyata untuk mengurangi ketergantungan pada BBM sekaligus menekan pengeluaran harian masyarakat.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Diversifikasi Energi: Strategi yang Tak Bisa Ditunda

Selain transisi energi, pemerintah juga perlu mempertimbangkan diversifikasi sumber pasokan energi. Dalam situasi global yang tidak menentu, ketergantungan pada satu atau dua sumber saja menjadi risiko besar.

Opsi untuk membuka peluang impor dari negara lain seperti Rusia dan Iran dinilai sebagai langkah strategis yang perlu dikaji secara matang. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.

Namun tentu saja, kebijakan ini harus mempertimbangkan aspek geopolitik, ekonomi, serta keberlanjutan jangka panjang.

Saatnya Berpikir Lebih Strategis

Kondisi saat ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi bukan sekadar isu teknis, melainkan isu strategis nasional. WFH bisa menjadi “rem darurat” untuk menekan konsumsi energi dalam waktu singkat, tetapi bukan solusi permanen.

Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif:

  • Mempercepat transisi ke energi terbarukan
  • Mendorong adopsi kendaraan listrik
  • Memperkuat kebijakan perlindungan sosial
  • Mendiversifikasi sumber energi

Pada akhirnya, krisis energi global justru bisa menjadi momentum untuk berbenah. Bukan hanya bertahan dari gejolak, tetapi juga membangun sistem energi yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.

https://mediaindonesia.com/ekonomi/873646/work-from-home-dinilai-solusi-sementara-antisipasi-dampak-gejolak-energi-global#google_vignette

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO