2 minggu TPA Suwung tolak sampah organik, sampah liar berserakan di Bali

Kebijakan penghentian penerimaan sampah organik di TPA Suwung selama dua minggu memicu dampak domino di kawasan Metropolitan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar). Kurangnya kesiapan fasilitas pengolahan di tingkat hulu menyebabkan tumpukan sampah liar berserakan di berbagai titik strategis Bali.
Sebaran Tumpukan Sampah Liar
Pantauan pada Kamis (16/04/2026) menunjukkan penumpukan sampah liar yang dibuang sembarangan di fasilitas publik, di antaranya:
- Kota Denpasar: Tumpukan sampah meluber hingga ke atas trotoar jalan protokol.
- Kabupaten Badung: Sampah liar terlihat menumpuk di kawasan sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, memicu kekhawatiran terhadap citra pariwisata.
- Kabupaten Gianyar: Jalur utama Jalan Bypass Ida Bagus Mantra menjadi salah satu lokasi yang dipenuhi buangan sampah.
Sebagai bentuk keputusasaan, warga dan pemerintah desa setempat mulai memasang spanduk larangan membuang sampah, bahkan mencantumkan ancaman pengawasan kamera CCTV.
Akar Masalah: Penolakan di Fasilitas Pengolahan (TPST/TPS3R)
Penumpukan sampah liar ini terjadi akibat kebuntuan yang dihadapi para penyedia jasa angkutan sampah swakelola.
| Tahapan Skema | Kendala di Lapangan |
| Pemilahan Sampah | Petugas swakelola telah memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya. |
| Pengangkutan ke Hilir | Saat dibawa ke fasilitas pengolahan (seperti TPST/TPS3R di Sesetan, Kertalangu, dan Padangsambian), seluruh sampah organik ditolak. |
| Penyebab Penolakan | Fasilitas-fasilitas pengolahan tersebut mengalami kelebihan kapasitas (overload). |
Aksi Protes dan Solusi Sementara Pemprov Bali
Merasa tak memiliki kepastian lokasi pembuangan, Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (SSB) menggelar aksi protes dengan memarkir puluhan truk pengangkut sampah di depan Kantor Gubernur Bali.
“Kami sudah mencoba menerapkan pemilahan sampah. Namun saat sampah organik dibawa ke Sesetan, Kertalangu, dan Padangsambian, semuanya ditolak karena alasan overload,” tegas Koordinator Aksi SSB, I Wayan Suarta.
Keputusan Kompromi:
Merespons aksi protes tersebut, Pemerintah Provinsi Bali bersama pihak terkait akhirnya melunakkan kebijakan dengan membuka kembali TPA Suwung khusus untuk sampah organik sebanyak dua kali dalam seminggu sebagai solusi darurat masa transisi.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




