Artikel

Mengapa Pohon Perkotaan Rentan Tumbang? Jawabannya Banyak Berada di Bawah Tanah

Pohon di kota sering terlihat kokoh dari permukaan. Batangnya besar, tajuknya rimbun, dan usianya bisa puluhan tahun. Namun ketika hujan deras atau angin kencang datang, tidak sedikit pohon yang tiba-tiba tumbang.

Masalahnya sering bukan hanya pada batang atau cabang, tetapi pada sistem akar yang tidak berkembang dengan baik.

Akar merupakan fondasi utama pohon. Ia berfungsi menyerap air dan unsur hara sekaligus menjaga kestabilan pohon terhadap beban angin dan berat tajuk.

Di lingkungan alami, akar memiliki ruang yang cukup untuk menyebar. Di perkotaan, kondisinya jauh berbeda.

Akar Pohon Tidak Selalu Tumbuh ke Bawah

Banyak orang membayangkan akar utama tumbuh dalam seperti tiang pancang. Padahal, sebagian besar akar aktif pohon justru berkembang relatif dekat dengan permukaan tanah dan menyebar ke samping.

Karena itu, pohon membutuhkan area tanah yang cukup luas untuk membangun sistem perakaran yang stabil.

Ketika pohon ditanam di lubang kecil yang dikelilingi trotoar, beton, jalan, atau bangunan, ruang untuk akar menjadi terbatas.

Akar kemudian tumbuh mengikuti ruang yang tersedia, bukan mengikuti bentuk ideal yang dibutuhkan pohon.

Tanah Padat Membatasi Pertumbuhan

Tanah perkotaan sering mengalami pemadatan akibat kendaraan, pembangunan, aktivitas pejalan kaki, dan pekerjaan konstruksi.

Tanah yang terlalu padat memiliki sedikit ruang udara.

Padahal akar membutuhkan oksigen untuk hidup.

Ketika struktur tanah buruk, akar dapat tumbuh dangkal, kecil, atau hanya terkonsentrasi di area tertentu.

Akibatnya, pohon mungkin terlihat sehat dari atas, tetapi sebenarnya memiliki fondasi yang lemah.

Trotoar dan Aspal Bisa Menjebak Akar

Permukaan keras seperti beton dan aspal juga mengubah kondisi tanah.

Air hujan sulit meresap, temperatur tanah meningkat, dan pertukaran udara berkurang.

Akar akhirnya mencari jalur yang masih memiliki air dan oksigen.

Inilah salah satu alasan akar pohon perkotaan sering muncul ke permukaan dan merusak trotoar.

Masalah tersebut sebenarnya bukan selalu karena “akar pohon terlalu agresif”, tetapi karena pohon tidak diberikan ruang tumbuh yang cukup sejak awal.

Pemotongan Akar Bisa Sangat Berbahaya

Risiko tumbang juga meningkat ketika akar dipotong untuk pembangunan saluran, trotoar, kabel bawah tanah, atau pekerjaan jalan.

Pemotongan akar besar dapat menghilangkan sebagian sistem penyangga pohon.

Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat.

Pohon masih dapat berdiri selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah akarnya rusak. Namun ketika datang angin kencang atau tanah jenuh air, kemampuan pohon untuk mempertahankan posisinya dapat menurun drastis.

Karena itu, pekerjaan konstruksi di sekitar pohon seharusnya memperhitungkan zona perlindungan akar.

Tajuk Besar, Akar Kecil

Salah satu kondisi berbahaya adalah ketika ukuran tajuk tidak seimbang dengan sistem akar.

Pohon dengan tajuk lebat menerima tekanan angin lebih besar.

Jika akar memiliki ruang terbatas, maka daya tahan terhadap gaya tersebut semakin kecil.

Dalam kondisi ekstrem, pohon dapat tercabut dari tanah meskipun batangnya sebenarnya masih sehat.

Karena itu, pemeriksaan pohon perkotaan tidak cukup hanya melihat cabang kering atau kondisi batang.

Sistem perakaran juga harus menjadi bagian dari penilaian risiko.

Pemangkasan Tidak Selalu Menjadi Solusi

Untuk mengurangi risiko tumbang, pohon sering dipangkas secara ekstrem.

Namun pemangkasan berlebihan dapat menimbulkan masalah baru.

Pohon dapat mengalami stres dan menghasilkan banyak tunas baru yang melekat lebih lemah pada batang.

Pemotongan yang tidak tepat juga membuka luka yang dapat menjadi pintu masuk organisme perusak.

Pemangkasan seharusnya dilakukan berdasarkan ilmu arborikultur, bukan sekadar mengurangi sebanyak mungkin cabang.

Tujuannya adalah menjaga struktur tajuk tetap sehat dan seimbang dengan kondisi akar.

Genangan Juga Bisa Melemahkan Pohon

Air sangat penting bagi pohon, tetapi tanah yang terlalu lama tergenang juga dapat menjadi masalah.

Ketika pori tanah dipenuhi air, suplai oksigen menuju akar berkurang.

Dalam kondisi berkepanjangan, sebagian akar dapat mati atau mengalami pembusukan.

Tanah yang sangat basah juga kehilangan sebagian kemampuan mekanisnya menopang akar.

Itulah sebabnya risiko pohon tumbang dapat meningkat setelah hujan panjang dan angin kencang terjadi bersamaan.

Jenis Pohon Harus Sesuai dengan Ruangnya

Tidak semua pohon cocok ditanam di setiap lokasi.

Pohon yang secara alami tumbuh sangat besar membutuhkan ruang akar dan tajuk yang lebih luas.

Jika jenis seperti itu ditempatkan di median jalan yang sempit atau lubang tanam kecil, konflik dengan infrastruktur hampir tidak dapat dihindari.

Karena itu, perencanaan vegetasi perkotaan perlu dimulai dari pertanyaan sederhana: berapa besar pohon ini ketika dewasa dan apakah ruang yang tersedia mampu menampungnya?

Pemilihan jenis yang tepat sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan terus memangkas pohon setelah ukurannya menjadi terlalu besar.

Pohon Kota Adalah Infrastruktur Hidup

Pohon memberikan banyak manfaat bagi kota.

Mereka membantu menurunkan suhu, memberikan keteduhan, menyerap sebagian air hujan, menyediakan habitat satwa, dan memperbaiki kualitas ruang publik.

Tetapi berbeda dengan tiang lampu atau beton, pohon adalah infrastruktur yang hidup dan terus tumbuh.

Kebutuhan ruangnya juga berubah seiring waktu.

Karena itu, kota perlu merencanakan pohon untuk puluhan tahun, bukan hanya sampai beberapa tahun setelah penanaman.

Pohon yang tumbang saat badai sering dianggap sebagai kegagalan pohonnya. Padahal, dalam banyak kasus, persoalannya bermula dari bagaimana kota menyediakan ruang bagi akar sejak pohon tersebut masih kecil.

Menanam pohon tidak cukup hanya menyediakan lubang di trotoar.

Jika kota ingin memiliki pohon yang besar, sehat, dan aman, maka tanah, air, udara, ruang akar, pemangkasan, serta aktivitas pembangunan di sekitarnya harus direncanakan sebagai satu sistem.

Karena kekuatan sebuah pohon tidak hanya terlihat dari batang yang menjulang ke atas, tetapi juga dari arsitektur akar yang tersembunyi di bawah tanah.

Sumber: Kompasiana — Membaca Arsitektur Akar: Mengapa Pohon Perkotaan Rentan Tumbang
https://www.kompasiana.com/kuatmansilvikultur2685/6ac3541fc925c47a0936c1c9/membaca-arsitektur-akar-mengapa-pohon-perkotaan-rentan-tumbang

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO