Pemanfaatan Biomassa: Solusi Cofiring untuk Transisi Energi Hijau

Dalam upaya mendukung transisi energi hijau dan mengurangi emisi karbon, pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi solusi strategis. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), sebagai bagian dari subholding PLN, aktif mengembangkan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan untuk mendukung bauran energi nasional.
Pemanfaatan Biomassa: Mendorong Ekonomi Kerakyatan dan Keberlanjutan
Menurut Anita Puspita Sari, Vice President Strategi Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, pengembangan biomassa dilakukan melalui pendekatan pertanian terpadu. Salah satu inovasi utama adalah memanfaatkan lahan kritis untuk menanam tanaman energi seperti Indigofera.
“Model ini mendukung keberlanjutan pasokan biomassa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan lebih dari 330 petani di berbagai wilayah,” ungkap Anita dalam acara Electricity Connect 2024.
Beberapa contoh pemanfaatan biomassa berbasis ekonomi kerakyatan meliputi:
- Green Economy Village (GEV) di Tasikmalaya:
Dengan memanfaatkan 30 hektar lahan untuk menanam 30.000 bibit Indigofera serta tanaman tumpang sari seperti cabai dan singkong, program ini menghasilkan biomassa untuk cofiring, pupuk organik, dan pakan ternak. Selain itu, masyarakat mendapatkan pendapatan tambahan melalui hasil panen. - Pemanfaatan Batang Singkong di Lampung:
Limbah batang singkong menggantikan 2.500 ton batu bara per bulan di PLTU setempat, menciptakan peluang kerja bagi 23 pekerja lokal dengan penghasilan rata-rata Rp 80.000 per hari. - Penggunaan Sekam Padi di Aceh:
Sekam padi menggantikan batu bara hingga kapasitas 300 ton per bulan, melibatkan 24 tenaga kerja lokal, serta mengurangi limbah pertanian yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Rantai Pasok Biomassa yang Terintegrasi
PLN EPI telah membangun rantai pasok biomassa yang terintegrasi untuk memastikan stabilitas pasokan ke PLTU. Biomassa yang digunakan mencakup limbah perkebunan, seperti batang singkong, serbuk sagu, dan sekam padi, hingga tanaman energi seperti Indigofera.
Infrastruktur pendukung, seperti hub dan sub-hub, serta moda transportasi darat, laut, dan sungai, memungkinkan biomassa diangkut dengan efisien ke PLTU. Strategi ini memastikan bahwa pasokan biomassa tidak terganggu, meski berasal dari wilayah terpencil.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Pemanfaatan biomassa untuk cofiring tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat. Dengan menggantikan batu bara, biomassa mampu mengurangi emisi karbon dan memberikan alternatif yang lebih bersih.
Anita menyebutkan bahwa langkah ini diharapkan dapat mengurangi emisi hingga 18,5 juta ton CO2. Selain itu, program biomassa menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan petani, dan mendukung perekonomian lokal.
“Dengan memanfaatkan limbah, kita menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal sekaligus mendukung transisi energi hijau,” tambahnya.
Transformasi Hijau di PLN Grup
Sebagai bagian dari komitmen menuju net zero emission (NZE) pada 2060, PLN Grup memastikan tidak akan menandatangani kontrak baru untuk PLTU. Sebaliknya, aset PLTU yang ada akan dimaksimalkan melalui cofiring biomassa.
Langkah ini dinilai sebagai solusi energi terbarukan yang cepat, murah, dan berdampak luas. Selain mendukung target NZE, pemanfaatan biomassa memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Masa Depan Biomassa sebagai Energi Terbarukan
Pemanfaatan biomassa menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan transisi energi hijau di Indonesia. Selain mendukung pengurangan emisi karbon, model ini juga memperkuat perekonomian rakyat melalui pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan energi.
Melalui program-program berbasis keberlanjutan seperti Green Economy Village, PLN EPI menunjukkan bahwa transformasi hijau dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi lokal. Dengan dukungan pemerintah, swasta, dan masyarakat, biomassa berpotensi menjadi tulang punggung energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia.
Sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




