Berita

Peran Krusial Perempuan dalam Menghadapi Dampak Kesehatan Akibat Perubahan Iklim

Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) bersama Monash University dan University of Melbourne memaparkan hasil penelitian terkait peran perempuan dalam menghadapi dampak kesehatan akibat perubahan iklim. Penelitian ini merupakan kolaborasi yang dimulai sejak Agustus 2023 dan didukung oleh pendanaan dari KONEKSI Research Grant Pilot.

Ketua Penelitian, Ns. Suryane Sulistiana Susanti, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta meningkatkan ketahanan keluarga dan komunitas terhadap bencana. “Langkah-langkah ini dapat membantu perempuan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujarnya di Kampus UI Depok, Selasa (18/2).

Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, yang diharapkan lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan sumber daya yang dibutuhkan. Penelitian ini dipimpin oleh Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., PhD, dengan tim peneliti Indonesia yang terdiri dari Ns. Rona Cahyantari Merduaty, S.Kep., M.AdvN.; Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom.; dan Dessie Wanda, Ph.D. Kolaborasi ini juga melibatkan A/Prof. Zerina Lokmic-Tomkins, Ph.D dari Monash University serta A/Prof. Ann Borda, Ph.D dari University of Melbourne.

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah bahwa perubahan iklim memicu bencana alam, seperti banjir rob, yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga meningkatkan risiko penyakit berbahaya. Banjir rob dapat menyebabkan infeksi kulit, demam, gangguan pernapasan, dan kelelahan ekstrem. Perempuan, yang sering kali menjadi pengasuh utama dalam keluarga, harus berjuang lebih keras untuk memastikan kesehatan keluarga mereka setelah bencana, menjadikan mereka kelompok yang paling rentan terhadap dampak kesehatan ini.

Meskipun banyak perempuan sudah memahami pentingnya berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim, seperti melalui penanaman pohon atau pengelolaan limbah, banyak dari mereka yang belum mengetahui langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan. Hal ini terjadi karena kurangnya panduan teknis yang jelas dari pihak berwenang yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya:

  1. Pengelolaan limbah yang efisien dan ramah lingkungan
  2. Edukasi tentang perubahan iklim dan kesehatan
  3. Pelatihan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan
  4. Pelatihan kader kesehatan berbasis siklus kehidupan

Ns. Suryane menegaskan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada masyarakat perkotaan, tetapi juga pada masyarakat pedesaan yang sering kali memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi dan sumber daya. Banyak bencana, seperti banjir rob dan kekeringan, tidak diidentifikasi dengan baik sebagai akibat dari perubahan iklim.

“Melalui diskusi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya tindakan kolektif dalam menghadapi perubahan iklim, serta mendorong pemerintah untuk lebih aktif dalam mitigasi dan menyediakan lebih banyak dukungan bagi perempuan untuk menghadapi tantangan besar ini,” kata Ns. Suryane.

Dekan FIK UI, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, menyampaikan bahwa penelitian ini tidak hanya menyoroti dampak langsung perubahan iklim, tetapi juga menunjukkan peran krusial yang dapat dimainkan perempuan dalam mitigasi dampak tersebut. “Sebagai profesional kesehatan dan pemimpin dalam masyarakat, sudah menjadi tugas kami untuk memberdayakan perempuan dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan kesejahteraan generasi mendatang,” ujarnya.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan dan program yang lebih inklusif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya dalam memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan.

Sumber Berita: Antara News

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO