Presentasi

Perumusan Kebijakan untuk Pengembangan Pekerjaan Hijau

Judul Paparan:
“Perumusan Kebijakan untuk Pengembangan Pekerjaan Hijau”

Pemapar:
Nur Hygiawati Rahayu (Direktur Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas)

Nama Acara:
Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025 – Hari Kedua

Lokasi:
Jakarta, Indonesia (30 April 2025)


Kesimpulan:
Paparan ini menyajikan kerangka kebijakan pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) dalam konteks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM. Berikut poin-poin utamanya:

1. Konteks Strategis

  • RPJMN 2025-2029 menempatkan ekonomi hijau sebagai prioritas nasional (Prioritas Nasional 2 dan 3), termasuk swasembada energi, industri kreatif, dan hilirisasi SDA.
  • Target Tenaga Kerja Hijau: Proporsi green jobs ditingkatkan dari 2,7% (2025) menjadi 3,14% (2029), dengan sasaran penciptaan lapangan kerja formal (46% pada 2029) dan peningkatan partisipasi perempuan (60,89%).

2. Definisi dan Klasifikasi Pekerjaan Hijau

  • Definisi: Pekerjaan yang melestarikan lingkungan dan mempromosikan pekerjaan layak, melalui tugas, keterampilan, proses, atau produk ramah lingkungan.
  • Klasifikasi:
    • Green Jobs (2,62% atau 3,66 juta pekerja): Kontribusi langsung pada keberlanjutan.
    • Green Potensial Jobs (35,92%): Berpotensi tetapi belum sepenuhnya berkelanjutan.
    • Non-Green Jobs (61,46%): Tidak berkontribusi langsung.

3. Strategi Pengembangan

  • Pengembangan Ekosistem:
    • Penyusunan kebijakan, pembangunan database green jobs, dan kemitraan dengan DUDIKA (Dunia Usaha-Dunia Industri-Dunia Kerja).
    • Fasilitasi pemagangan dan perlindungan hak pekerja (kesetaraan gender, upah layak).
  • Pengembangan Kompetensi:
    • Penyusunan standar kompetensi, kurikulum hijau, pelatihan vokasi, serta sertifikasi berbasis kebutuhan industri (demand-driven).

4. Kolaborasi dan Tantangan

  • Kolaborasi: Melibatkan kementerian/lembaga, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan mitra global (misalnya GIZ, WEF).
  • Tantangan: Kesenjangan keterampilan, integrasi kebijakan, dan perluasan akses pelatihan.
  • Peluang: Pertumbuhan pasar hijau global dan dukungan pendanaan internasional.

5. Indikator Kinerja

  • Peningkatan produktivitas tenaga kerja (laju pertumbuhan PDB/tenaga kerja: 3,9% pada 2029).
  • Penurunan pengangguran terbuka (4,71% pada 2029) dan pekerja anak (1,61%).

Catatan Penting:

  • Dokumen ini menekankan peran Bappenas sebagai koordinator dalam mengintegrasikan kebijakan green jobs dengan agenda pembangunan nasional.
  • Contoh sektor prioritas: Energi terbarukan, industri ramah lingkungan, dan ekonomi sirkular.

Kontak:
Direktorat Ketenagakerjaan, Bappenas – info@bappenas.go.id.


Tindak Lanjut:
Implementasi strategi ini memerlukan sinergi antara pelatihan vokasi, insentif bagi industri hijau, dan pemantauan berkala melalui indikator RPJMN.

Sumber:

https://dml.or.id/wp-content/uploads/2025/05/BAPPENAS_20250430-0530-Draf-P-Dir-Ketenagakerjaan-IGJC-Day-2.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO