Tahukah Anda

Indonesia resmi memiliki 12 unesco global geoparks

12 UNESCO Global Geoparks di Indonesia: Simbol Komitmen untuk Pelestarian Alam dan Pembangunan Berkelanjutan

Indonesia resmi mencatatkan 12 kawasan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks (UGGp) — jaringan geopark dunia yang diakui atas nilai geologis, ekologis, dan budaya yang luar biasa. Keberadaan geopark ini menunjukkan langkah nyata Indonesia dalam mengelola kekayaan alam dan budaya secara berkelanjutan melalui pendekatan geowisata, pendidikan, dan pelestarian.

Apa itu UNESCO Global Geopark?

UNESCO Global Geopark adalah kawasan dengan situs warisan geologi internasional yang dikelola dengan pendekatan terpadu antara konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Pengakuan ini menjadi bukti peran aktif Indonesia dalam pelestarian bumi dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.

Perjalanan Geopark Indonesia

Berikut daftar lengkap dan tahun pengakuan 12 UGGp di Indonesia:

  1. Batur, Bali (2012) – Geopark pertama Indonesia, terkenal dengan kaldera dan danau vulkanik.
  2. Gunung Sewu (2015) – Kawasan karst yang membentang di Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
  3. Ciletuh–Palabuhanratu (2018) – Geopark dengan lanskap tektonik spektakuler di Jawa Barat.
  4. Rinjani–Lombok (2018) – Gunung berapi aktif yang menjadi ikon Nusa Tenggara Barat.
  5. Toba Caldera (2020) – Kaldera hasil letusan supervolcano, kini menjadi Danau Toba.
  6. Belitong (2021) – Pulau timah dengan warisan geologi granit dan ekosistem pesisir.
  7. Merangin (2023) – Memiliki fosil flora purba dari zaman karbon sekitar 300 juta tahun lalu.
  8. Maros–Pangkep (2023) – Kawasan karst dengan gua prasejarah di Sulawesi Selatan.
  9. Ijen (2023) – Gunung berapi dengan danau asam terbesar di dunia dan fenomena api biru.
  10. Raja Ampat (2023) – Surga bawah laut dengan kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati tinggi.
  11. Meratus (2025) – Pegunungan tertua di Kalimantan, rumah bagi hutan hujan tropis dan budaya Dayak.
  12. Kebumen (2025) – Geopark di Jawa Tengah dengan jejak geologi berupa batuan purba dan situs pesisir.

Sejalan dengan Pembangunan Nasional

Penetapan geopark-geopark ini mendukung arah kebijakan Kementerian PPN/Bappenas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Secara khusus, hal ini mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis:

  • Pemanfaatan sumber daya alam yang lestari
  • Pengembangan wilayah berbasis potensi lokal
  • Penguatan ekonomi masyarakat melalui geowisata dan budaya

Mengapa Ini Penting?

  • Mendukung konservasi dan edukasi atas warisan bumi yang unik
  • Mendorong ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan
  • Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga keanekaragaman geologi dan budaya
  • Memperkuat posisi Indonesia di forum internasional dalam isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan

Dengan 12 geopark yang kini masuk dalam jaringan global UNESCO, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga berkomitmen kuat untuk menjaganya bagi generasi masa depan.

sumber:
https://www.linkedin.com/posts/andi-setyo-pambudi-23853549_indonesia-kini-resmi-memiliki-12-unesco-global-activity-7324743410848845824-uFzW?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Baca juga
Close
Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO