Retail Modern dan Bank Sampah Likupang Edukasi Warga Minahasa Utara Kelola Sampah Jadi Uang

Sebuah kolaborasi inspiratif dilakukan oleh ritel modern Alfamidi bersama Bank Sampah Induk (BSI) Likupang dalam rangka mengedukasi warga Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi sumber penghasilan. Program ini dijalankan melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Kampung Merdeka Alfamidi, yang menyasar Desa Sarawet, Kecamatan Likupang Timur.
“Melalui program CSR kami, Kampung Merdeka Alfamidi, kami ingin mendorong edukasi pengelolaan sampah rumah tangga yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” ujar Achmad Basuki, Branch Manager Alfamidi Manado, dalam pernyataan di Manado, Selasa (3/6).
Program ini tidak hanya sekadar kampanye lingkungan, tetapi juga menjadi wadah peningkatan ekonomi warga, terutama nasabah bank sampah, melalui kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah plastik secara tepat dan sistematis. Alfamidi menggandeng BSI Likupang sebagai mitra utama dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara memilah sampah dari rumah.
Menurut Direktur BSI Likupang, Yudith Rondonuwu, setiap nasabah bank sampah dibimbing untuk memilah sampah secara mandiri, dimulai dari memisahkan sampah organik dan non-organik. Selanjutnya, sampah plastik dipilah berdasarkan jenisnya seperti botol, kemasan, kantong plastik, dan wadah makanan.
“Sampah plastik yang sudah dipilah dihargai Rp2.000 per kilogram dan dicatat dalam buku tabungan nasabah. Nilainya akan diakumulasi secara berkala setiap bulan,” jelas Yudith.
Sistem ini memungkinkan warga memperoleh penghasilan tambahan, sekaligus memberikan insentif yang jelas terhadap upaya pelestarian lingkungan. Sampah plastik yang dikumpulkan juga tidak langsung dibuang, melainkan diolah menjadi produk yang berguna. Misalnya, sampah plastik lentur dapat dijadikan ecobrick, sementara botol plastik bisa diubah menjadi perabot rumah tangga seperti meja atau kursi.
Yudith menegaskan bahwa pemilahan sampah yang dilakukan dari rumah adalah kunci utama agar proses daur ulang dapat berjalan lebih efisien. Edukasi ini merupakan bagian dari misi besar untuk membentuk masyarakat yang sadar lingkungan dan mandiri secara ekonomi.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam program ini, pada peresmian Kampung Merdeka Alfamidi juga dilakukan kegiatan penimbangan sampah plastik. Warga yang menukarkan sampahnya mendapatkan paket bahan pokok sebagai insentif langsung.
Achmad menambahkan bahwa Kampung Merdeka Alfamidi merupakan program unggulan CSR yang difokuskan pada pelestarian lingkungan dengan cara-cara yang aplikatif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Program ini bertujuan menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan dimulai dari hal-hal kecil. Kami berharap inisiatif ini dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain,” ujarnya.
Program kolaboratif ini menunjukkan bahwa edukasi dan ekonomi sirkular dapat berjalan beriringan. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan dari sektor swasta, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




